KABUL-KEMPALAN: Pasukan militer AS secara resmi telah mengakhiri keberadaannya di Afghanistan setelah berada di negara tersebut selama kurang lebih 20 tahun. Keberangkatan terakhir pesawat AS pada jam 3:29 waktu Afghanistan menandai perginya semua pasukan militer AS.
“Bagi Taliban, kejadian ini merupakan sesuatu yang menjadi kemenangan bersejarah karena mereka selalu mengatakan untuk mencoba melawan kekuatan eksternal di negaranya sendiri demi mempertahankan kedaulatan negaranya,” ucap salah satu reporter dari Al Jazeera.
Taliban merayakan kemenangan dengan cara menembakkan peluru ke udara dalam rangka minggatnya AS secara resmi dan penuh dari Afghanistan. Dengan perginya AS, Taliban menjadi penguasa seutuhnya di negaranya sendiri yang merupakan hal yang tidak dirasakan warga Afghanistan semenjak peristiwa 9/11 pada tahun 2001.
Pihak Taliban mengatakan bahwa kepergian pasukan militer AS merupakan momen bersejarah bagi Afghanistan dan pada saat ini mereka telah mendapatkan “kemerdekaan secara penuh”. Euforia Taliban untuk dapat membangun kembali negerinya sebagai pemimpin baru menjadi semakin nyata. Sebelumnya Taliban juga memiliki rencana untuk membentuk sebuah pemerintahan yang inklusif.
Salah satu reporter Al Jazeera mengatakan bahwa setelah adanya perayaan kemenangan oleh Taliban, keadaan di Kabul pada pagi hari berjalan damai dan tenang. Kemudian juga dilaporkan bahwa juru bicara Taliban yaitu Zahibula Mujahid dan pasukannya terlihat memasuki bandara Kabul dan dikabarkan akan mengadakan konferensi pers serta pengumuman penting dalam waktu dekat. (Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi