Kabul-Kempalan: AS kembali melakukan serangan militer menggunakan drone untuk kedua kalinya pada Minggu (29/8) malam di Kabul, Afghanistan.
Serangan yang dikatakan menargetkan ISIS-K yang sebelumnya memvalidasi dirinya bertanggung jawab melancarkan serangan teror bom bunuh diri yang menimbulkan banyak korban jiwa termasuk pasukan militer AS.
Serangan dilakukan dengan target sebuah kendaraan yang dikabarkan membawa ancaman yaitu bahan peledak ke bandara Kabul. Kendaraaan tersebut direncanakan untuk melancarkan aksi serangan bom bunuh diri kembali ke bandara Kabul.
Berdasarkan France24, serangan tersebut tampaknya terjadi di daerah utara di luar bandara Kabul.
Bill Urban, Juru Bicara Komando Pusat militer Amerika mengatakan bahwa serangan pesawat tak berawak itu adalah tindakan yang diambil untuk membela diri. “Tujuannya jelas yaitu untuk menghilangkan ancaman ISIS-K” ucap Bill Urban.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya meyakini serangan tersebut berhasil menghantam target sebagaimana mestinya, dan terjadi ledakan sekuder yang sangat besar dari kendaraan tersebut sehingga dapat disimpulkan bahwa memang ada bahan peledak di dalamnya.
Bill Urban meyakini bahwa pihak Komando Pusat tidak mengetahui dan akan menyelidiki kemungkinan kerusakan mengingat ledakan sekunder yang besar.
“Kurang jelas mengenai apa yang terjadi namun kami terus melakukan investigasi. Kami juga meminta maaf jika adanya kemungkinan korban jiwa yang terjadi” ucap Bill Urban setelah melihat laporan bahwa ledakan tersebut sangat keras dan muncul banyak kepulan awan hitam di sekitar tempat kejadian.
(BBC/France24, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi