SIDOARJO-KEMPALAN: Meninggalnya Andi Darusalam Tabussalla, vice president PT Minarak Lapindo Jaya, yang juga sekaligus tokoh sepakbola Indonesia meninggalkan kesan mendalam bagi Isdianto warga korban Lapindo. Sosok Andi Darussalam Tabussalla yang ia kenal bukan hanya sekedar seorang pemimpin di perusahaan PT Minarak Lapindo Jaya, tapi juga seorang yang punya jiwa sosial tinggi.
Isdianto warga Kedungbendo Tanggulangin yang menjadi korban semburan lumpur Lapindo mengakui memang selama bertahun-tahun urusan Lapindo terkesan lamban, bahkan nyaris menemui jalan buntu, tetapi kelambatan pembayaran ganti rugi warga korban semburan lumpur Lapindo akhirnya bisa diselesaikan berkat jasa pak Andi Darusalam Tabussalla.
“Awalnya ia bersama ratusan warga korban lumpur Lapindo tak percaya masalah pembayaran ganti rugi itu bisa diselesaikan. Karena informasi yang di terima warga, kalau PT Minarak Lapindo Jaya yang bertanggung atas masalah tersebut sudah angkat tangan alias mengibarkan bendera meraih putih tanda menyerah,” terang Isdianto.

Namun kesabaran warga khusunya diri dan keluarganya akhirnya membuahkan hasil. Semua masalah sudah beres dan tidak meninggalkan hutang.
Masih menurut Isdianto, sosok ADT begitu warga menyebutnya adalah sosok yang berjiwa sosial dan bertanggung jawab. Hanya saja soal lapindo adalah masalah besar yang tidak bisa di tangani atau di selesaikan sendiri. Beruntung bagi diri dan keluarganya yang ikut menjadi korban semburan lumpur lapindo pembayarannya sudah diterima sesuai harapan keluarga.
Dengan meninggalnya Andi Darussalam, Direktur Utama PT Minarak Lapindo Jaya, Is begitu ia akrabnya disapa merasa kehilangan. Sebab bertahun-tahun ia bersama pak ADT selalu komunikasi meski dalam situasi sulit. Hampir setiap hari ia berkomunikasi menanyakan perkembangan soal pembayaran ganti rugi.
Selamat jalan pak Andi semoga dilapangkan jalannya. (Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi