Kamis, 9 Juli 2026, pukul : 10:28 WIB
Surabaya
--°C

Pemprov Jatim Terima Bantuan Emergency Ventilator

SURABAYA-KEMPALAN: Pemprov Jatim menerima bantuan Emergency Ventilator dari Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Komisariat 85, Pertamina Foundation, Terminal Petikemas Tanjung Perak Surabaya, dan alumni Swedia. Bantuan tersebut diserahkan Ketua IA ITB Jatim Saritomo kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/9) siang.

Selain Direktur Teknik PT.Terminal Petikemas Surabaya Robby Jaya, perwakilan Pertamina Foundation Yulius Bulo dan alumni Swedia, acara yang digelar secara virtual ini juga diikuti jajaran OPD Pemprov Jatim, antara lain Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wachid Wahyudi, Dirut RSUD Dr.Soetomo dr. Joni Wahyuhadi, Dirut RSU Haji Surabaya dr. Herlin Ferliana, dan Sekretaris BPBD Jatim Erwin Indra Widjaja. Hadir pula para guru besar ITS dan ITB.

Dalam sambutannya, Ketua IA ITB Jatim Saritomo mengatakan, saat ini Indonesia sudah lebih dari satu tahun belum aman dari pandemi Covid-19. Ada yang di-PHK dan ada pula pengusaha yang menutup perusahaannya. Bahkan, ada yang sakit dan ribuan yang berpulang menghadap Sang Pencipta.

“Kami sebagai insan di Jatim merasa turut prihatin. Karena itu, sejak Juni 2020 kami membentuk Satgas Covid-19 di Jatim dan mulai memberi bantuan sembako dan APD kepada masyarakat dan beberapa rumah sakit di Jatim,” kata Saritomo.

BACA JUGA  Polsek Balongbendo Tindaklanjuti Dugaan Penjualan Miras, Hasil Pengecekan Nihil

Tak hanya itu, menurut pria yang akrab disapa Cak Tomo ini, pihaknya juga telah melakukan inisiasi dan diskusi dengan para peneliti dari beberapa perguruan tinggi serta BUMN di Jatim untuk membuat tabung gas oksigen lokal untuk mengatasi kelangkaan oksigen di Jatim.

Selain itu, lanjut Cak Tomo, pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-26 yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1443 Hijriyah, pihaknya ingin memberi kontribusi langsung pada masyarakat Jatim.
Yaitu dengan memberi bantuan berupa alat Emergency Ventilator lewat Pemprov Jatim.

“Alat Emergency Ventilator ini sudah lolos uji klinis dan memperoleh izin edar, sehingga kami tidak khawatir dengan penggunaannya,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada IA ITB Komisariat 85, Pertamina Foundation, PT. Terminal Petikemas Surabaya, dan alumni Swedia yang telah memberikan perhatian luar biasa untuk masyarakat Jatim. Menurut Khofifah, bantuan yang diterima itu akan segera didistribusikan ke rumah sakit yang membutuhkan.

Khofifah menyebut, tingginya penambahan kasus Covid-19 di Jatim beberapa hari terakhir terjadi karena semakin masifnya testing dan tracing yang dilakukan untuk mempercepat pemutusan rantai penyebaran Covid-19.
Pemprov Jatim berupaya semaksimal mungkin mengatasi kenaikan kasus.

Dikatakan, masalah pandemi Covid-19 ini kompleksitas penanganannya dan efeknya luar biasa dan semua masih meraba-raba. Masing-masing dampaknya berbeda. Berawal bisa OTG, ringan, berat dan seterusnya. Gejala berat bisa negatif, bisa mulai sembuh, tiba-tiba kemudian drop kemudian meninggal. Ada yang dirawat lebih dari satu bulan membaik, membaik, dan sembuh.

BACA JUGA  Polsek Balongbendo Tindaklanjuti Dugaan Penjualan Miras, Hasil Pengecekan Nihil

“Masing-masing tidak karena komorbitnya, karena usianya dan seterusnya, tapi karena variannya sangat banyak,” ujarnya.

Khofifah mengatakan, kerja bareng diantara kita sangat penting. Kalau IA ITB Jatim berencana mengadakan program vaksinasi pada bulan September nanti dengan menggandeng Unair dan Universitas Brawijaya (UB), menurutnya sangat bagus.

Namun, Khofifah menegaskan bahwa partnership Pemprov Jatim dengan Perguruan Tinggi Negeri sudah berjalan dan hampir tuntas. Seperti dengan ITS, Unair, UB, Unesa, UINSA, UPN, Unisma UMM, dan terakhir dengan Unsida Sidoarjo.

“Besar sekali yang harus kita sasar. Banyak yang sudah sangat kuat bergandengan tangan, tetapi vaksinnya sangat terbatas. Vaksinatornya cukup banyak karena banyak Poltekes, FK (Fakultas Kedokteran), yankes (pelayan kesehatan), dan ada 970 Puskesmas di Jatim.

“Andai kita mendapat droping vaksin yang lebih besar, lebih cepat, maka suasana yang memungkinkan bisa makin terkendalinya penyebaran Covid-19. Bisa dipercepat.
Itu artinya percepatan dari berbagai pemulihan sektor ekonomi, pendidikan, sosial kehidupan keagamaan, dan seterusnya,” pungkas mantan Mensos RI ini. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.