GRESIK-KEMPALAN : Pemerintah Kabupaten Gresik terus membuat terobosan baru agar percepatan vaksinasi kepada warganya sesuai target.Untuk mewujudkan target tersebut Fandi Ahmad Yani telah menyiapkan 113 titik yang meliputi 32 Puskesmas tersebar di wilayah Kabupaten Gresik,76 Klinik swasta dan 5 tempat Destinasi Wisata.
Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani menjelaskan awalnya lokasi vaksinasi center hanya dibuka di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Jalan Jaksa Agung Suprapto saja. Kini, tempat vaksinasi diperluas yakni di Destinasi Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Wisata Gogosari (Wagos) di Desa Gosari. Keduanya di Kecamatan Ujungpangkah.Kemudian, Wisata Indah Pasir Putih Delegan (Wisid) di Desa Delegan, Kecamatan Panceng. Serta di Gresik selatan dipusatkan di destinasi Lontar Sewu tepatnya di Desa Randegansari, Kecamatan Menganti.
“sebagai upaya membantu percepatan vaksinasi dengan satu juta vaksin.Makanya Pemkab Gresik juga harus mendukung apa yang di canangkan program pemerintah pusat.Caranya ya harus menggerlar serbuan vaksinasi serentak di beberapa lokasi.” Jelas Gus Yani.
Nah untuk menunjang kelancaran tugas tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, pihaknya juga merekrut relawan tenaga kesehatan. Sebanyak 136 relawan nakes di rekrut untuk membantu tugas tugas tenaga kesehan dari Dinkes.
Para relawan ini nantinya akan di tempatkan di 5 titik Lokasi destinasi wisata itu. Para rewalawan juga sudah di bekali ilmu termasuk bagaimana mengedukasi masyarakat tentang vaksinasi.

Terpisah, Koordinator relawan nakes Gresik Tangguh dr Singgih Widi Pratomo mengatakan,para relawan ini memang terpusat untuk lima tempat vaksinasi. Namun demikian, beberapa tempat lain juga akan melaksanakan vaksinasi serupa. Sesuai informasi dari Dinas Kesehatan Gresik,bila nanti ada droping besar vaksin, 32 Puskesmas, 76 klinik swasta serta 5 tempat destinasi wisata yang di tunjuk sudah siap melaksanakan.
“Untuk tenaga vaksinator sudah siap, tempat vaksin juga sudah siap, tinggal menunggu vaksinnya saja,” terang Singgih.
Masih menurut Singgih, animo masyarakat untuk vaksinasi sangat tinggi. Namun, karena kekurangtahuan masyarakat tentang vaksinasi belum maksimal. Akibatnya, ketika dilakukan skrening cukup banyak yang gagal. Dia mencontohkan, warga memiliki riwayat penyakit penyerta (kormobid). “Kegagalan ikut vaksinasi karena gagal sekrening kesehatan ini diperkirakan mencapai 10 persen,” imbuh Singgih. (Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi