Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 05:21 WIB
Surabaya
--°C

Unjuk Rasa Tolak Pembatasan Covid-19, Polisi-Demonstran Bentrok di Berlin

BERLIN-KEMPALAN: Protes diadakan di ibukota Jerman Berlin pada Minggu (1/8) terhadap langkah-langkah pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19, yang bertentangan dengan larangan demonstrasi.

Terjadi bentrokan, dan penegak hukum menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Polisi, yang memiliki lebih dari 2.000 petugas yang saat itu dikerahkan, melakukan beberapa penangkapan.

Melansir Anadolu Agency, pintu masuk ke monumen Victory Column diblokir, dan para pengunjuk rasa tidak diizinkan pergi ke Bundestag, parlemen federal, dan Gerbang Brandenburg.

Hakim di pengadilan pemerintah telah melarang protes akhir pekan di tengah kekhawatiran peningkatan infeksi virus corona yang dipicu oleh varian Delta.

Pengadilan mengatakan pihaknya khawatir para peserta akan melanggar aturan tentang pemakaian masker dan jarak sosial karena jumlah infeksi COVID-19 di Jerman terus meningkat. Adapun, ada sejumlah pengunjuk rasa yang terlihat tidak menggunakan masker.

Pada Kamis minggu lalu, Jerman mencatat kasus virus corona harian tertinggi selama hampir dua bulan, dan varian Delta telah menjadi jenis yang dominan di negara itu.

Jerman melonggarkan banyak pembatasan virus corona pada Mei, tetapi banyak kegiatan seperti makan di luar atau tinggal di hotel, memerlukan bukti vaksinasi atau tes virus corona negatif baru-baru ini.

Gerakan Querdenker (Pemikir Lateral) telah menjadi suara paling keras menentang pembatasan virus corona di Jerman, dan sering menarik ribuan pendukung ke demonstrasinya. Pemerintah Jerman sekarang telah mengawasi sejumlah anggota gerakan tersebut.

Akibat demonstrasi itu, sekitar 600 orang ditahan oleh kepolisian. Polisi sendiri sudah memperingatkan para demonstran bahwa mereka akan menggunakan meriam air jika para pengunjuk rasa tidak membubarkan diri.

“Mereka mencoba menerobos barisan polisi dan menarik rekan-rekan kami,” kata polisi Berlin yang dikutip Kempalan dari The Associated Press, ia menambahkan bahwa petugas harus menggunakan iritan dan pentungan.

Unjuk rasa itu mengikuti demonstrasi skala besar lainnya terhadap tindakan virus corona di seluruh Eropa, seperti di Prancis dan Italia. Menurut kepolisian, sejumlah demonstran “mengganggu dan menyerang” polisi serta mengabaikan penghalang jalan sehingga menyebabkan kemacetan di Berlin. (AA/AP/Euronews/F24, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.