SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya disarankan agar mengakhiri keinginannya untuk membuat rumah sehat untuk menampung pasien Covid-19 di tiap kelurahan. Apalagi yang digunakan adalah gedung sekolah SD dan SMP, sehingga ditolak oleh warga setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, M.Machmud, Selasa (27/7).
“Warga menolak karena khawatir terpapar virus Corona yang mematikan. Sehingg kita harus hargai aspirasi warga dengan mencari opsi lain. Jangan terus dipaksakan. Apalagi sekolah tersebut banyak yang berhimpitan dengan permukiman padat penduduk,” kata Machmud.
Karena itu, Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Kota Surabaya ini menyarankan beberapa tempat yang bisa dijadikan opsi rumah sehat. Dia lantas menyebut sebagian gedung Taman Hiburan Rakyat (THR) yang mangkrak, lahan kosong eks Taman Remaja Surabaya (TRS), dan Gelora 10 Nopember yang tidak terpakai.
“Semua gedung itu aset milik Pemkot Surabaya dan posisinya mangkrak. Saya sarankan itu dipakai, sehingga rumah sehat bisa terfokus di satu titik, tersentralisasi, tidak memakan anggaran banyak,” tutur mantan ketua DPRD Kota Surabaya ini.
Selain itu, Machmud juga menyoroti anggaran penanganan Covid-19 pemkot yang dinilai tidak tepat guna. Menurutnya, banyak anggaran yang di-refocusing tetapi tidak mengentaskan persoalan Covid-19 di Surabaya.
“Dikatakan anggaran tepat guna kalau digunakan bisa menurunkan angka kasus Covid-19. Tapi ini tidak. Sudah mengeluarkan anggaran banyak, tapi kasus Covid-19 masih saja tinggi. Berarti kan tidak tepat guna,” kata Machmud yang juga Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi