JAKARTA-KEMPALAN: Siapa yang tidak mengenal Donald Trump. Trump merupakan seorang politisi dari Partai Republik yang sempat menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat tahun 2017-2021. Trump yang seakan melekat dengan narasi dan wacana yang kontroversial, acap kali diblokir dan terkena sensor di berbagai platform media sosial.
Hal ini yang kemudian menjadi inspirasi bagi seorang pemuda bernama Erik Finman, untuk menciptakan sebuah smartphone yang secara fungsional bebas sensor dari perusahaan teknologi raksasa dunia, terutama China.
Smartphone ini oleh Finman diberi nama Freedom Phone. Anak muda berusia 22 tahun ini melabelkan dirinya sebagai pendukung dan simapatisan dari Donald Trump garis keras. Dirinya juga mengaku sebagai seorang miliarder dari Bitcoin.
Freedom Phone oleh Finman dibanderol dengan harga 499 USD. Ia menjelaskan bahwa smartphone ini memiliki kelengkapan fitur yang diimajinasikan oleh para kelompok konservatif pendukung Donald Trump.
Di dalam smartohone ini ada beberapa fitur aplikasi unggulan. Seperti aplikasi yang “tidak bisa disensor”. Kemudian, juga terpampang aplikasi berlabel konservatif seperti Rumble dan Parler. Yang bikin angkat topi dengan keseriusan dari smartphone ini, sistem operasinya terinput sistem operasi anti-pengawasan bernama Freedom OS.
Dalam video yang tranding di Twitter, Finman menuturkan jika tidak ada pelacakan pada aplikasi ini dan tidak ada pelacakan lokasi. Dengan segala euforia mengenai smartphone ini, mengutip dari The Daily Beast, nyatanya Freedom Phone memiliki desain yang cenderung mirip dengan ponsel asal China dengan merek Umidigi.
Produk yang mirip itu adalah Umidigi A9 Pro, yang bisa didapatkan di situs e-commerce Tiongkok AliExpress, mulai dari 119 USD. Dengan adanya berita kemiripan ini, seakan menjilat ludah sendiri. Dikarenakan, Trump dan simpatisan konservatifnya sangat anti pada China. Namun, kepada Daily Beast, Finman mengklaim bahwa ponselnya dibuat di Hong Kong. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi