JAKARTA-KEMPALAN: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki tugas yang sangat vital dalam menyelenggarakan terkait urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral di Indonesia.
Kementerian ESDM juga mengakomodir berkaitan dengan sektor usaha pertambangan mineral dan batubara (minerba) di Indonesia. Untuk dapat memperkokoh serta memperkuat pada pengawasan sektor minerba ini, maka Kementerian ESDM akan mengoptimalkan teknologi.
Hal ini disampaikan oleh Sujatmiko selaku Direktur Peminaan Pengusahaan Batubara. Dimana ia menjelaskan bahwa eskalasi pada pengawasan akan menggunakan kombinasi dari teknologi inovatif. Teknologi tersebut adalah machine learning dan artificial intelligence (AI) dalam menjalankan sektor pengolahan minerba.
“Kami akan terus melakukan pengawasan yang terpadu dengan menggunakan kombinasi media digital sehingga perbaikannya dapat dilakukan segera,” ujar Sujatmiko dalam keterangan resminya, pada Sabtu (10/7).
Sujatmiko melihat bahwa pemanfaatan teknologi dalam konteks pengawasan pada usaha minerba diharapkan mampu memberikan dampak yang bermanfaat, khususnya pada kegiatan pertambangan. Kemudian, optimalisasi teknologi juga harapannya dapat meningkatkan kontribusi minerba pada kemajuan perekonomian bangsa.
Perlu diketahui, jika sumber daya dan cadangan batubara yang saat ini berturut-turut mencapai 143,7 miliar ton dan 38,8 miliar ton dimanfaatkan Pemerintah untuk menjawab isu-isu dalam energy trilemma, yaitu ketahanan energi (energy security), keterjangkauan energi (energy affordability), dan keberlanjutan energi (energy sustainability).
“Walaupun banyak orang mengatakan batubara ini sebagai sumber energi yang kotor, namun sesungguhnya batubara ini bisa digunakan untuk sumber energi yang berkecukupan dan terjangkau untuk masyarakat dan peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen dan awareness pada isu ekologis atau lingkungan, maka pihak pemerintah berupaya untuk terus mendorong implementasi teknologi berlandaskan prinsip clean coal technology. Hal ini untuk mampu merepresentasikan visi sebagai sumber energi yang low carbon emission. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi