Senin, 6 Juli 2026, pukul : 06:02 WIB
Surabaya
--°C

Masuk ke Era 5.0, Pemanfaatan Teknologi dan Mekanisasi Pertanian Tidak Dapat Terhindarkan

JAKARTA – KEMPALAN: Indonesia sebagai negara agraris yang menyimpan harta karun di bidang pertanian harus dimaksimalkan. Oleh karenanya, pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian menjadi suatu hal yang wajib diaplikasikan oleh petani-petani dalam negeri.

Hal ini disampaikan oleh Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian saat memberikan materi di pelatihan bertajuk “Pemanfaatan Alat Mesin Pertanian untuk Meningkatkan Produktivitas Tanam Padi” pada petani dan penyuluh di sektor pertanian dalam negeri.

Ia menjelaskan, jika era 4.0 telah dilewati dan sekarang Indonesia dihadapkan pada era 5.0 yang lebih kompleks dan dinamis. Di era kontemporer tersebut, sektor pertanian menjadi salah satu spektrum terpenting. Sehingga, memaksa para pelaku dan pekerja untuk mulai memanfaatkan teknologi dan mekanisasi di sektor pertanian.

“Menurut saya, bangsa yang maju itu kalau agamanya baik dan pertaniannya bagus. Saat ini, kita ada di era itu. Artinya, kalau mau desanya bagus, kecamatan bagus, kabupaten bagus, provinsi bagus, dan negara bagus, perbaiki agama dan pertanian,” ucap Menteri Pertanian ketika membuka agenda di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) di Sulawesi Selatan, pada Minggu (4/7).

Politikus Partai NasDem ini juga menilai bahwa bercocok tanam atau bertani adalah kegiatan yang keren dan hebat. Dikarenakan, saat pandemi Covid-19 merebak dan memberikan dampak serius pada berbagai sektor fundamental, pertanian menjadi salah satu sektor yang dapat survive dan bertahan.

“Kalau kita lihat dari pendapatan domestik bruto (PDB), hanya pertanian yang naik. Sektor lain semua minus. Ekspor pertanian Indonesia juga naik 15,79 persen dengan nilai Rp 451,77 triliun pada 2020,” tutur Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Syahrul Yasin Limpo sebagai nahkoda di Kementerian Pertanian mendorong agar Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) untuk menjadi katalisator dalam memberikan pelatihan kepada para petani. Sehingga dapat linear dengan terciptanya para petani yang handal dan terlatih untuk menggerakkan pertanian ke arah yang lebih baik. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.