SIDOARJO – KEMPALAN: Tigabelas bulan sudah, sejak Maret 2020, para penggali kubur berjibaku mengantarkan ratusan jenazah positif Covid-19 ke tempat peristirahatan terakhir di pemakaman khusus di Tempat Makam Umum (TMU) Delta Praloyo Asri Desa Gebang Kabupaten Sidoarjo. Setiap detik, menit hingga jam dalam rentang waktu tersebut para petugas penggali makam berhadapan dengan risiko tinggi terjangkit virus Covid-19.
Rasa khawatir akan ancaman tertular virus dari jenazah yang mereka antar seakan tidak bisa mengalahkan tingginya rasa kemanusiaan dan tanggung jawab mengemban tugas menjadi penggali kubur. Karenanya, tanpa keluh, tak terasa tiga belas bulan sudah rutinitas yang sama mereka lakukan.
Puluhan peti jenazah positif Covid-19 setiap harinya secara bergantian harus mereka kuburkan. Alat pelindung diri berupa hazmat dan masker menjadi perisai diri mereka mencegah paparan Corona, selain tentunya berdoa kepada Sang Pencipta.
Sukoyo, seorang petugas penggali kubur terlihat sedang menggali kubur bersama empat kawannya di makam khusus jenazah Covid-19. Meski lelah belum hilang, mereka bergegas lagi membantu kembali proses penggalian.
“Siang malam terus begini datang (jenazah). Kalau memang ada yang harus segera dimakamkan, 24 jam petugas standby,” kata Sukoyo saat berbincang dengan awak media di sela-sela waktu istirahatnya yang singkat, Rabu (30/6).
Menurut Sukoyo, tidak kurang 2-5 dari jenazah positif Covid-19 yang dimakamkan di TMU Delta Praloyo setiap harinya. Ia berujar, rata-rata per hari jenazah yang dimakamkan pasti melebihi angka tersebut.
Letih dan capek sudah pasti, tetapi mengeluh bukan merupakan pilihan. Meski terus-menerus, berpanas-panasan memakamkan jenazah dengan APD lengkap, Sukoyo dan petugas penggali lain menjalaninya dengan tulus.
“Suka duka pasti ada. Tapi karena ini membantu orang yang berduka, tidak boleh kita lalu mengeluh,” ujar Sukoyo.
Mungkin rasa tulus menjalani pekerjaan menjadi imunitas tersendiri bagi Sukoyo dan petugas lain. Meski menjadi cara terakhir dalam menangani pandemi, Sukoyo patut bersyukur, ia dan sekitar 4 petugas penggali kubur selalu dalam keadaan sehat.
“Kalaupun sakit cuma karena drop. Kecapekan,” ujar Sukoyo.
Baginya, selama diberi kesehatan dan tetap bisa berkumpul dengan kawan satu profesinya di lahan pemakaman, itu sudah menjadi suatu nikmat yang besar.
“Sukanya di sini kita ya masih sama kawan-kawan, bekerja, membantu,” katanya.
Namun di luar itu semua, tentu penggali kubur di TMU Delta Praloyo Asri memiliki kendala tersendiri saat memakamkan jenazah Covid-19. Sukoyo berujar, kendalanya ia berupa cuaca.
“Ya kalau hujan misalnya. Itu ambulan gak bisa masuk dan turun sampai galian lubang. Jadi kita yang harus jemput peti jenazah ke sana dengan kondisi tanah yang basah,” ujar pria asli Desa Gebang Sidoarjo ini.
Sebagai petugas penggali kubur sekaligus memakamkan jenazah, baik jenazah pasien Positif Corona maupun tidak, semua itu ia jalani bersama kawan kawannya dengan iklas meski gajinya tak seberapa. Hanya saja semenjak Maret 2020 jika memakamkan jenazah pasien Covid-19 ada intensif khusus dari pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebesar satu juta Rupiah per orang/per jenazah.
Ini artinya jika dalam sehari ada lima pasien Covid-19 maka perhari ia bisa membawa pulang rezeki sebesar Rp 5 juta. Jumlah yang tidak sedikit. Sementara itu, sumber dari posko Covid-19 Dinas Kominfo Kabupaten Sidoarjo per 30 juni 2021 tercatat ada 636 jenazah pasien Covid-19. Berarti Pak Sukoyo dan 4 teman lainnya selama pandemi bisa mendapatkan rezeki 3 Milyar Rp 180 juta bagi lima orang atau per orang mengantongi uang insentif sebesar Rp 636 juta, Plus gaji bulanan Rp.2,2 juta sebagai honorer di Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Sidoarjo.
Sayang, pekerjaan mulia tapi berisiko tinggi ini sedikit dinodai, karena sejak 7 bulan terakhir uang insentif tersebut belum di bayar oleh pihak Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Sidoarjo selaku penanggungjawab.
Sukoyo juga menceritakan kalau masalah tersebut sudah diketahui Bupati Achmad Muhdlor Ali. Bahkan ia bersama temannya sudah ditemui langsung oleh Gus Muhdlor dan akan diselesaikan secepatnya. (Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi