TRABZON-KEMPALAN: Turki akan membuka kembali Biara Sumela di provinsi Laut Hitam Trabzon untuk pengunjung dengan bagian barunya, setelah usai lebih dari lima tahun pekerjaan restorasi.
Pemugaran kompleks biara megah dimulai pada Februari 2016 dan selesai dalam dua fase setelah dilansekap, diselidiki, dan dilakukan penguatan pemeliharaan geologis dan geoteknik batuan dengan biaya sekitar 57 juta lira Turki (95 milyar rupiah). Biara itu mulai dibuka pada Kamis (1/7).
Menurut Direktorat Pariwisata dan Budaya Provinsi, gereja utama di biara, 10 kapel dengan ukuran berbeda, mata air suci, menara lonceng, perpustakaan, dapur dua lantai, air mancur, ruang administrasi, kamar tempat para biarawan tinggal, dan wisma semuanya dipugar.
Biara itu juga dikenal sebagai Bunda Maria atau Perawan Maria, biara ini dibangun dari bebatuan di daerah berhutan di lereng Gunung Karadag di kota Macka, 300 meter (984 kaki) di atas Lembah Altindere. Bangunan tersebut mulai dibangun pada tahun 385 M.
Beberapa bagiannya, termasuk wisma, kapel, biksu, ruang pertapaan, dan ruang bawah tanah akan dibuka untuk pertama kalinya bagi pengunjung setelah lebih dari lima tahun. Sebuah tim yang terdiri dari 100 orang, termasuk lima insinyur, 30 pendaki gunung, 55 tenaga teknis, dan 10 pekerja restorasi terlibat dalam renovasi biara ini.
Biara, yang termasuk dalam daftar sementara situs Warisan Dunia UNESCO, dibuka kembali untuk praktik keagamaan pada 15 Agustus 2010, dengan izin dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, setelah vakum selama 88 tahun.
Pusat wisata religi paling penting di negara ini ditutup pada tahun 2015 karena risiko batu jatuh dari Gunung Karadag. Biara itu sebagian dibuka kembali untuk pengunjung pada Mei 2019 setelah lebih dari tiga tahun upaya restorasi. (Yenisafak, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi