Minggu, 7 Juni 2026, pukul : 03:27 WIB
Surabaya
--°C

Ajaib! Bagian ”The Night Watch” Yang Hilang Sukses Dipermak Super Komputer

AMSTERDAM-KEMPALAN: Pada tahun 1715, potongan besar mahakarya Rembrandt bertajuk “The Night Watch” dipotong agar bisa masuk kanvas besar di dalam rumah baru. Tindakan ini disesali banyak pihak karena termasuk merusak benda seni berharga.

Namun, 300 tahun kemudian, pengunjung Rijksmuseum Amsterdam bisa menyaksikan lukisan kondang itu dalam bentuk aslinya berkat rekonstruksi menakjubkan super komputer. Rekonstruksi ini dikerjakan dari potongan-potongan yang hilang.

Melalui super komputer itulah, lukisan sang maestro abad ke-17 bisa dilakukan. Ada beberapa bagian yang hilang berhasil direkonstruksi. Usai proses rekonstruksi, bagian yang hilang itu segera dicetak dan dipasang kembali.

“Sangat menarik untuk dilihat,” kata direktur Rijksmuseum Taco Dibbits kepada AFP, Sabtu (26/6).

“Karena anda tahu lukisan itu sejak anda masih kecil, berkat pemasangan utuh kembali, serasa anda diajak mundur selangkah ke masa 300 tahun silam,” tambahnya.

Rekonstruksi itu sukses mengungkapkan gambaran sebenarnya dari komposisi asli Rembrandt. Tampak dua orang kunci di tengah lukisan, Kapten Frans Banninck Cocq dan Letnan Willem van Ruytenburch, sekarang diimbangi ke samping, tambah Dibbits.

Sosok dua pria dan seorang anak laki-laki yang hilang sementara itu telah dikembalikan ke sisi kiri. Sebelumnya, potongan 60 sentimeter (24 inci) telah dipotong dari lukisan itu, yang bahkan dalam bentuknya yang lebih kecil berukuran 3,79 x 4,36 meter.

Rijksmuseum, yang baru-baru ini dibuka kembali usai pelonggaran aturan mewaspadai virus corona, akan mempertahankan panel lukisan itu di tempatnya selama tiga bulan. Dan rekonstruksi lukisan Rembrandt itu sebagai bagian dari restorasi besar-besaran yang digulirkan tahun 2019.

Rembrandt melukis “The Night Watch” pada tahun 1642 setelah diminta oleh Cocq, walikota dan pemimpin milisi Amsterdam. Tujuannya, untuk menggambarkan para perwira dan anggota milisi lainnya.

”Setelah digantung di rumah klub penjaga sipil selama 73 tahun, lukisan itu dipindahkan ke balai kota Amsterdam di mana lukisan itu ditempatkan di sebuah ruang antara dua pintu tetapi tidak muat,” papar Dibbits.

Nah, orang-orang yang memindahkannya lalu memutuskan untuk memotongnya. ”Dan mereka benar-benar mengambil gunting lantas memotong keempat sisinya,” katanya. Naasnya, strip potongan kemudian tak pernah ditemukan.

Itulah cobaan pertama yang dialami “The Night Watch”. Cobaan selanjutnya, lukisan itu ditikam oleh seorang pria dengan pisau pada tahun 1911, lalu disembunyikan di bunker ketika Nazi Jerman menginvasi Belanda. Lalu, seseorang menyayat lukisan itu dengan pisau pada tahun 1975 dan disemprot dengan asam pada tahun 1990.

Untungnya, rekonstruksi potongan yang hilang dimungkinkan karena salinan yang jauh lebih kecil dibuat pada abad ke-17 oleh seniman Gerrit Lundens. Namun, salinan itu dalam gaya dan warna yang agak berbeda, serta dari perspektif yang sedikit berbeda.

Solusinya, mengirim super komputer ke sekolah seni, kata Robert Erdmann, ilmuwan senior Rijksmuseum, yang memimpin proyek tersebut. Erdmann bersama rekan-rekannya tak ingin sekadar meletakkan bagian lukisan itu apa adanya di dalam museum.

“Jadi untuk membantu mencocokkannya, saya telah melatih tiga jaringan saraf super komputer secara terpisah untuk membantu proses ini, jadi itu semacam kecerdasan buatan di mana kita dapat mengajarkan komputer dengan memberikan contoh-contohnya,” tambahnya.

Komputer membandingkan lukisan Rembrandt yang asli dengan salinannya, dan setelah menguasai gayanya, Erdmann mengaturnya untuk bekerja menciptakan kembali potongan-potongan yang hilang. Peniruannya sangat sukses, bahkan super komputer mampu belajar menyalin retakan kecil di permukaan Night Watch yang ada, katanya. Akhirnya gambar itu dicetak di atas kanvas, yang dipernis dan kemudian ditempatkan pada empat bingkai logam yang ditempatkan di sekitar lukisan. (HDN, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.