Rabu, 24 Juni 2026, pukul : 11:14 WIB
Surabaya
--°C

Covid Melesat, Bisa Banjir PHK Lagi

Jakarta –KEMPALAN: Badai PHK dan pelemahan ekonomi dipicu peningkatan jumlah penderita COVID-19 di Indonesia bisa muncul lagi. Kondisi ini pun membuat para pengusaha khawatir dunia usaha goyang.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani memprediksi konsumsi masyarakat akan kembali lemah seperti tahun lalu, atau bisa lebih parah. Pemicunya adalah kasus COVID-19 yang melonjak drastis membuat aktivitas masyarakat kembali berhenti.

“Ini bisa lebih parah dari tahun lalu. Ini baru Juni, kalau bulan depan naik terus lebih parah,” tuturnya, Jumat (25/6/2021).

Jika masyarakat kembali takut berbelanja maka dampaknya akan kembali fatal untuk dunia usaha. Belanja negara juga akan terkuras untuk menangani pandemi yang berkepanjangan.

BACA JUGA  Jepang Naikkan Biaya Visa hingga Lima Kali Lipat Mulai Juli 2026

“Kalau terus-terusan begini pasti banyak perusahaan yang goyang, termasuk akan melakukan PHK,” tegasnya.

Hariyadi mengatakan sebagai pengusaha dia tidak akan memilih lockdown ataupun PPKM Mikro. Menurutnya yang dibutuhkan saat ini adalah vaksinasi yang cepat.

“Lebih penting vaksin, lockdown pun sebenarnya nggak akan efektif, yang jadi masalah kan virusnya. Pembatasan iya satu hal, tapi kan kalau nggak diselesaikan (virusnya) kan repot,” ucapnya.

Baik lockdown maupun PPKM Mikro bagi Hariyadi hanya upaya pembatasan dan pencegahan penularan saja. Sementara yang sebenarnya dibutuhkan adalah herd immunity dengan cara vaksinasi agar pandemi selesai.

Pemerintah diharapkan bisa melakukan vaksinasi sejalan dengan penyebaran virus Corona yang sangat cepat. Sementara kenyataannya sebaliknya.

BACA JUGA  Machmud Ungkap Masalah SWK: Manajemen Lemah dan Kurang Inovasi

“Ini terjadi karena vaksinasinya terlambat, nggak bisa mengikuti laju penularan. Kan kita tahu masyarakat kita memang bandel, mereka mau nggak mau juga harus tetap cari nafkah. Mereka itu harusnya ditargetkan dulu untuk divaksin. Targetkan dulu populasi yang sulit mengikuti prokes,” tuturnya. (et)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.