KEMPALAN: SUDAH saatnya Pemerintah Kota Surabaya memberikan fasilitas khusus bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai sepeda kuno.
“Kami sangat yakin, cukup banyak penggemar dan pemerhati sepeda kuno di Surabaya. Karena itulah Walikota Surabaya perlu membangun pasar klithikan sepeda kuno,” komentar Tjut Moch Amirullah, Ketua Paguyuban Sepeda Kuno SENOPATI (Sepeda Kuno Patriot Sejati), belum lama ini di Surabaya.
Dia menambahkan, Pemerintah Kota Surabaya perlu meniru Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berhasil menyulap ‘Kota Tua’ di Jakarta sebagai salah satu destinasi wisata budaya.
“Di Kota Tua, banyak disewakan sepeda kuno bagi pengunjungnya. Nah, kami menilai beberapa sudut kota Surabaya memiliki sejarah budaya yang tak kalah keren dibandingkan Jakarta,” alasan Tjut.
“Di situlah juga bisa dibangun pasar klithikannya. Kelak tempat tersebut bisa menjadi ikon baru bagi Kota Pahlawan,’ lanjut dia, serius.
Jika destinasi wisata sepeda kuno telah terbentuk, Tjut sangat optimis bakal banyak bermunculan paguyuban penggemar sepeda kuno.

“Tentu SENOPATI akan banyak memiliki teman baru sesama organisasi penggemar dan pemerhati sepeda kuno,” ucapnya.
Di pasaran, harga sepeda kuno memang bervariasi. Gazelle seri 3 buatan Belanda (1928), misalnya, dibanderol dengan harga paling murah Rp 25 juta.
SENOPATI –yang didirikan sejak 20 Mei 2001– sendiri kini mempunyai 90 orang anggota. Semuanya kebetulan berusia lebih dari 30 tahun.
“Setiap anggota wajib punya sepeda kuno, membayar uang pendaftaran Rp 50 ribu, dan iuran bulanan Rp 3 ribu saja,” tutur Tjut.
Selama ini banyak kegiatan sepeda kuno di luar Surabaya yang diikuti oleh anggota SENOPATI. Tetapi, sejak Covid-19 menyebar begitu cepat di Indonesia, maka aktivitas ke luar Surabaya terpaksa ditiadakan. “Begitu Covid-19 mewabah, kami sepakat menghentikan kegiatan ekstra bagi setiap anggota,” kata Tjut.
Namun, setiap pekan masih digelar pertemuan rutin dengan anggotanya, sambil keliling kota. “Agar semuanya sehat, maka kami menerapkan protokol kesehatan yang sesuai anjuran Pemerintah. Alhamdulillah, semua anggota sangat memahaminya,” jelas Tjut. (Sulaiman/M Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi