JAKARTA-KEMPALAN: Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun ini, memberikan dampak yang serius terhadap sektor kesehatan. Pandemi ini menghambat berbagai target-target di sektor kesehatan, seperti pada penyakit Tuberkulosis atau TBC.
Pemerintah melaui Kementerian Kesehatan mencanangkan sebuah target, bahwa penyakit ini harus hilang dan pudar dari Indonesia di tahun 2030 mendatang. Namun, pandemi Covid-19 yang masih sukar untuk diprediksi, menambah beban dari pemerintah untuk menghilangkan penyakit ini.
TBC adalah penyakit yang menyeran paru-paru manusia, akibat dari kuman “Mycobacterium tuberculosis”. TBC akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu), biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah.
Melihat problematika ini, perlu ada inovasi yang secara terkhusus dapat mengoptimalkan proses pengobatan. Teknologi digital dilihat sebagai sebuah variabel pembantu yang diharapkan dapat membantu penyembuhan terhadap penyakit yang menyerang paru-paru ini.
“Teknologi digital bisa dipakai untuk promosi, penemuan, pemantauan pengobatan TBC melalui media sosial, WhatsApp hingga hotline,” ujar Imran Pambudi selaku Kepala Subdit Tuberkulosis Kementerian Kesehatan RI.
Imran mengharapkan agar ada peningkatan layanan dalam mengkonsepkan skema terkait kebutuhan dan distribusi logistik dari penyakit TBC. Selain itu, penting adanya eskalasi dalam hal kelengkapan dan ketepatan dalam konteks pencatatan dan laporan adiminstratif.
Pemerintah juga berkomitmen untuk mengadakan tenaga medis dan anggaran untuk kasus TBC di daerah-daerah di Indonesia. Selain itu, harus ada peningkatan juga pada proporsi pasien dalam melakukan proses pengobatan dengan mereduksi kendala pada akses layanan.
“Dulu komunitas diajak ikut serta ketika pasien sudah diobati, tapi akan lebih kuat ketika diajak sejak pasien terdiagnosis agar bisa segera diajak berobat,” jelasnya.
Pandemi Covid-19 bukan hanya hadir sebagai bencana multidimensional, namun juga sebagai tantangan harus dihadapi oleh berbagai stakeholder bangsa ini. Perhatian dan respon dari pemerintah yang dipusatkan pada penanganan Covid-19, berpotensi menghadirkan dampak berkepanjangan terhadap negara dengan beban TBC yang tinggi. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi