Senin, 9 Maret 2026, pukul : 00:49 WIB
Surabaya
--°C

Penting! Butuh Pemodelan Penyebaran, Agar Corona Bisa Dikendalikan

PASURUAN-KEMPALAN: Beberapa hari terakhir lonjakan warga yang terinfeksi Covid-19 di kota Pasuruan naik cukup signifikan. Data dari infocovid19.jatimprov, sampai hari Kamis (24/6) menyebut, jumlah keseluruhan terkonfirmasi dari Kota Pasuruan sebanyak 1736 orang dengan 99 orang yang masih aktif per hari itu.

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) beberapa waktu lalu di Kota Pasuruan dipandang tidak lagi efektif untuk memperlambat laju lonjakan infeksi tersebut. Anggota DPRD kota Pasuruan Komisi I, Imam Joko, menggarisbawahi pentingnya pengendalian lonjakan infeksi tersebut berbasis pada data karena lebih fokus, komprehensif, dan efektif terhadap biaya.

”Saya sedang mengusulkan kepada kawan-kawan komisi, pentingnya penggunaan data-data sebagai bahan untuk memodelkan penyebaran lonjakan orang terinfeksi virus Covid-19 di kota Pasuruan,” jelas mas Imam, sapaan akrab Imam Joko, saat dihubungi per telepon, Kamis (25/6).

Dalam ruang lingkup pengetahuan Kesehatan Masyarakat, setiap penyebaran penyakit (wabah) memang sangat memungkinkan peta penyebaran (pemodelan) atas penyakit tersebut dibuat. Dari data-data yang ada di masyarakat, seperti kebiasaan, pola interkasi (berhubungan) antar orang, termasuk cara interaksi, semua ini menjadi masukan untuk pemodelan, ungkap Mas Imam.

Secara terpisah, ketika dihubungi Kempalan via telepon, Kepala Dinas Kesehatan Dr Shierly Marlena, sampai berita ini diunggah, belum memberi respon karena sedang rapat. Namun, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Agus Widjarnarko, SKM, M.Kes saat dikonfirmasi soal perlunya pemodelan ini, ia sejalan dengan Imam Joko.

”Sangat dimungkinkan untuk dilakukan pemodelan tersebut apalagi datanya sudah banyak di Indonesia. Apalagi ilmu wabah (epidemologi) sangat berkembang saat ini,” tegas Agus.

Selain penyekatan, pemodelan atau penataan penyebaran merupakan kebutuhan mendesak. Pemerintah kota Pasuruan memang belum “tarik rem” kondisi darurat Covid-19, maka penataan penyebaran (pemodelan) mendesak untuk diterapkan. (roslinormansyah)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.