ANCHORAGE-KEMPALAN: Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Kamis (24/6) di jurnal Current Biology, fosil dari bayi dinosaurus kecil yang ditemukan di Alaska utara menawarkan bukti kuat makhluk prasejarah hidup sepanjang tahun di Kutub Utara dan kemungkinan berdarah panas.
Pat Druckenmiller, direktur Museum Universitas Alaska Utara mengatakan, fosil tersebut setidaknya berasal dari tujuh jenis dinosaurus yang baru menetas atau masih dalam telurnya sekitar 70 juta tahun yang lalu. Para peneliti belum pernah menemukan bukti sarang dinosaurus sejauh ini di utara. Temuan ini membantu menjungkirbalikkan asumsi dinosaurus di masa lalu sebagai reptil raksasa berdarah dingin.
“Jika mereka bereproduksi, maka mereka melewati musim dingin di sana. Jika mereka melewati musim dingin di sana, mereka harus menghadapi kondisi yang biasanya tidak kita kaitkan dengan dinosaurus, seperti kondisi beku dan salju,” kata Druckenmiller seperti yang dikutip Kempalan dari Voice of America.
Ia menambahkan, untuk bertahan hidup di musim dingin Arktik yang gelap, dinosaurus itu tidak mungkin berjemur di bawah sinar matahari untuk menghangatkan tubuh mereka, seperti yang dilakukan kadal.
“Setidaknya kelompok ini memiliki endotermik,” katanya, menggunakan istilah untuk kemampuan hewan menghangatkan tubuh mereka melalui fungsi internal.
Pat mengatakan, situs penemuannya adalah tebing curam di Sungai Colville di Lereng Utara Alaska, pada garis lintang 70 dan sekitar 400 kilometer utara Lingkaran Arktik. Pada periode Cretaceous, ketika Amerika Utara diposisikan secara berbeda, bahkan lebih jauh ke utara, pada garis lintang 80 atau 85.
Menurutnya, wilayah itu jauh lebih hangat saat itu daripada Lereng Utara Alaska sekarang tetapi hampir tidak masuk kategori tropis. Dari sisa-sisa tanaman purba, para ilmuwan menghitung suhu tahunan rata-rata sekitar 6 derajat Celcius, mirip dengan Juneau, Alaska, yang berarti musim dingin di bawah titik beku dengan salju.
Sementara Lereng Utara Alaska mengalami dua bulan kegelapan total musim dingin sekarang, selama periode Kapur itu dalam kegelapan total hingga empat bulan dalam setahun. Menemukan tulang dan gigi kecil, beberapa seukuran kepala peniti, itu melelahkan, ujar Druckenmiller.
Ia mengatakan, tulang dan gigi itu diidentifikasi melalui pemeriksaan mikroskopis setelah disaring beberapa kali dari sedimen yang dikumpulkan dalam ekspedisi selama beberapa dekade. Situs penemuan, yang disebut Formasi Prince Creek, telah terbukti penting untuk pemahaman modern tentang makhluk purba. (VoA, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi