Senin, 25 Mei 2026, pukul : 11:27 WIB
Surabaya
--°C

Menko Marves: Teknologi Digital Membuat Korupsi di Indonesia Mengalami Penurunan

­JAKARTA-KEMPALAN: Praktik korupsi di Indonesia sudah menjadi kebiasaan dan dapat disebut sebagai tindakan irasional yang sudah mengakar. Bahkan menurut Indonesia Corruption Watch, sistem peradilan dan hukum di Indonesia yang secara eksplisit belum membuat para koruptor jera.

Berbeda dari ICW, Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menilai, jika tingkat korupsi di Indonesia mengalami penurunan. Hal ini selaras dengan optimalisasi teknologi digital yang mengalami peningkatan dan eskalasi yang masif.

Luhut melihat, bahwa meningkatnya teknologi digital mengakibatkan pejabat takut untuk melakukan tindakan korupsi. Dikarenakan, tindakan yang dilakukan oleh pejabat sangat mudah terdeteksi dan disokong oleh teknologi yang serba canggih.

BACA JUGA  20 Tahun Teater Ambigu Smanisda Sidoarjo Hipnotis 412 Penonton

“Kemarin saya bicara sama teman-teman Bupati yang undang saya di Bali tiga hari lalu. Mereka bilang ke saya, kalau mereka mau nakal tidak akan mungkin, karena itu susah. Sudah pasti ketangkap hari itu juga atau lusa,” ucap Luhut saat acara webinar dengan MNC Group, pada Kamis (24/6).

Selanjutnya, politisi dari partai Golkar ini menjelaskan jika Indonesia dewasa ini sudah transparan. Maksudnya, polemik terkait kasus korupsi sudah tidak seperti 10 atau 15 tahun yang lalu, dimana banyak kasus yang sangat lama terungkap.

“Saya bilang bilang sama World Bank. Kalian jangan lihat Indonesia 10 atau 15 tahun yang lalu. Indonesia itu seperti aquarium, transparan,” tuturnya.

BACA JUGA  Khofifah Dukung Sensus Ekonomi 2026, BPS Jatim Siapkan 41.538 Petugas

Indonesia saat ini sudah memiliki sistem yang bagus. Oleh karenanya, jika masyarakat masih menelisik jika Indonesia tingkat korupsinya tinggi, berarti itu keliru. Karena, tanpa disadari bahwa sistem IT yang dibangun secara terstruktur, hampir tidak mungkin ada kasus korupsi yang naik lagi.

Dalam webinar ini, Luhut mengilustrasikan mengenai pemilihan Bupati yang masih harus nyogok rakyat sana-sini, returnnya mau pakai apa. Oleh karena itu, sekarang ini oknum yang bertindak sewenang-wenang banyak yang tertangkap. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.