Rusia: Negara Eropa Harus Berterima Kasih kepada Soviet

waktu baca 2 menit
Vladimir Chizhov, Perwakilan Tetap Rusia untuk Uni Eropa. (International Affairs)

MOSKOW-KEMPALAN: Vladimir Chizhov, Perwakilan Tetap Rusia untuk Uni Eropa mengatakan, sebagian besar negara Eropa yang sekarang menghancurkan monumen peringatan untuk pejuang-pembebas Soviet ada di peta dunia karena bantuan penting dari Uni Soviet untuk kemenangan melawan Nazi. Hal ini ia sampaikan ketika webinar Brussels yang didedikasikan untuk peringatan ke-80 serangan Jerman di bawah Nazi di Uni Soviet.

Dia menggarisbawahi, upaya untuk menulis ulang sejarah Perang Dunia II telah berlangsung selama beberapa dekade, secara bertahap tumbuh dan berubah menjadi kampanye yang ditargetkan.

“Saya harus melihat secara harfiah sejak saat penunjukan saya sebagai Perwakilan Tetap Rusia untuk Uni Eropa pada tahun 2005 sebagai upaya untuk meninjau sejarah Perang Dunia II dan untuk menantang kontribusi yang menentukan dari rakyat Soviet untuk pembebasan Eropa dari wabah coklat mendapatkan momentum,” ujarnya seperti yang dikutip dari TASS pada Selasa (22/6).

“Di depan mata saya, aspirasi revisionis tertentu – mari kita luruskan – bukan negara dan politisi UE terbesar atau paling berpengaruh yang terus tumbuh secara bertahap, secara efektif menjadi kampanye yang ditargetkan,” tambah Chizhov.

Ia mengatakan, sebagian besar negara yang mana diduduki oleh Nazi Jerman tetap berada di peta politik Eropa semata-mata berkat kemenangan Sekutu atas Nazi, padahal Uni Soviet memberikan kontribusi yang menentukan. Menurutnya banyak negara di Eropa yang dibebaskan oleh Soviet bersama Tentara Merahnya.

“Perlakuan sembrono atau distorsi fakta sejarah yang disengaja menciptakan suasana toleransi terhadap propaganda terang-terangan ide-ide Nazi. Sayangnya, hal ini terjadi baik di sejumlah negara Uni Eropa maupun di beberapa negara pasca-Soviet, termasuk Ukraina,” katanya.

Pada akhir ceramahnya, Chizhov mengutarakan, Rusia memastikan perlindungan tentang kebenaran sejarah mengenai dirinya, termasuk dalam Perang Dunia Kedua, di dalam Konstitusinya pada tahun 2020. Ia juga menambahkan negaranya akan terus mempertahankan ingatan tentang kemenangan nenek-moyangnya. (TASS, reza hikam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *