Kamis, 30 April 2026, pukul : 05:46 WIB
Surabaya
--°C

Pisah dari Huawei, Honor Sematkan Layanan Google di Smartphone Terbarunya

JAKARTA-KEMPALAN: Honor merupakan brand smartphone yang dimiliki oleh Shenzhen Zhixin New Information Technology Co. Honor memang dikenal sebagai sub-brand dari Huawei sejak perilisan pertamanya di tahun 2013 lalu.

Akan tetapi di tahun 2020 lalu, Honor memisahkan diri dengan Huawei secara legal. Huawei yang memang menjadi perusahaan teknologi terbesar di China, juga secara konstan menerapkan layanan teknologinya sendiri. Huawei tidak menerapkan layanan Google yang secara masif hampir digunakan oleh berbagai brand smartphone.

Honor memutuskan untuk memisahkan diri Huawei, serta mulai menerapkan layanan Google di smartphone terbarunya. Perangkat lunak dari Amerika Serikat ini akan disematkan oleh smartphone Honor 50 dan Honor 50 Pro.

Perlu diketahui, bahwa Huawei juga dicekal oleh Google untuk menyematkan fitur layanannya. Hal ini ditandai dengan tidak adanya aplikasi Play Store, yang disinyalir sebagai mata-mata China oleh pemerintah Amerika Serikat. Namun, Skema yang ditempuh oleh Huawei untuk menjual bisnisnya di akhir tahun 2020 lalu, menjadi angin segar bagi Huawei untuk bekerja sama dengan Google.

Dikabarkan bahwa Honor 50 dipatok harga CNY2,699 ($419,37) dan Pro CNY3,699 untuk Pro. Perangkat akan diluncurkan di pasar internasional termasuk Prancis, Malaysia, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, dan Inggris di kemudian hari.

Honor 50 Pro membedakan dengan memiliki kamera ganda di bagian depan, dengan opsi 12MP memberikan sudut 100 derajat dan unit 32MP. Ini fitur layar 6,72 inci, dengan Honor 50 menggunakan layar 6,57 inci. Keduanya memberikan kecepatan refresh layar 120Hz, pengisian cepat 100W, dan ditenagai oleh chipset Qualcomm 778G 5G.

Dengan sinergitas yang tertuang dalam kesepakatan ini, konsorsium yang dikenal sebagai Shenzhen Zhixin New Infotmation Technology mengambil kendali penuh atas Honor dan asetnya. Penjualan yang disebut-sebut bernilai sebesar $15,2 miliar atau setara Rp214 triliun itu, dengan sendirinya memutus kepemilikan Huawei terhadap Honor. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.