Minggu, 28 Juni 2026, pukul : 02:09 WIB
Surabaya
--°C

Anji dan Hikayat Pohon Ganja

KEMPALAN: Anji nama pendeknya, dan tentu nama populernya. Erdian Aji Prihartanto, nama panjangnya. Ia penyanyi papan atas. Lagu ciptaannya tidak pasaran. Punya suara khas-merdu-lembut, ditambah lagu yang diciptanya pun turut mendukung, membuat namanya ada di papan atas blantika musik Indonesia.

Tentu tulisan ini bukan bagian iklan mengenalkan Anji sebagai penyanyi. Tapi sekadar pintu masuk untuk melihat dirinya, yang mengapa mesti terjerembab harus megkonsumsi ganja. Lalu ia ditangkap di studio miliknya, menjadi berita nasional.

Anji pernah kuliah pada jurusan Sastra Cina, di UI. Ia tampak pribadi yang mau belajar. Pastinya ia membaca buku yang cukup, itu yang menjadikan wawasannya cukup baik.

Ia pun juga dikenal sebagai pegiat media sosial. Nama akun YouTube nya Dunia Manji, dengan subscriber lebih dari 3,6 juta. Jumlah yang tidak sedikit. Konten yang dibuatnya cukup berisi, lebih bertujuan mengajak pada kebaikan, lebih edukatif. Meski terkadang ada juga ngawur-ngawurnya, misal saat awal-awal Covid-19. Katanya, “Saya tidak percaya bahwa Covid-19 semengerikan itu. Yang mengerikan adalah hancurnya hajat hidup masyarakat kecil.”

Anji secara intelektual lumayan di atas rata-rata. Tapi secara emosional dan spiritual, tampaknya ada ruang kosong di sana yang belum diisinya dengan baik. Terkadang manusia harus tersandung bahkan tersungkur dulu pada satu masalah, yang akan menjadikan diri menemukan bahwa ada ruang kosong yang perlu diisi, yang selama ini terabaikan.

BACA JUGA  Tabayyun, Argumentasi Ilmiah, dan Etika Perdebatan Publik: Mendudukkan Perdebatan Agus M. Maksum dengan Eddy Riyanto

Maka terciduknya Anji, itu juga jalan baik buatnya untuk mengoreksi segala kekurangan yang dipunya. Dan jika di ruang dingin tahanan, itu ia bisa merenung dan menemukan segala kekurangan, maka ia akan menjadi pribadi yang lebih matang.

Hikayat Pohon Ganja yang Mengedukasi

Mengapa ia mesti mengganja, itu pertanyaan yang disesalkan banyak orang. Tidak ada yang persis tahu. Tapi lebih banyak yang memakai barang terlarang itu karena iseng, yang lalu menjadi kecanduan.

Ada pengakuannya yang mengejutkan, bahwa ia teredukasi memakai ganja, itu setelah membaca sebuah buku Hikayat Pohon Ganja. Ada apa dengan buku itu? Buku itu tampil cukup ilmiah, buku yang mencoba “membela” pohon ganja agar tidak dilihat hanya untuk dihisap semata.

Buku Hikayat Pohon Ganja: 12000 Tahun Menyuburkan Peradaban Manusia, itu judul lengkap bukunya. Buku itu terbit pertama kali pada 2011. Lalu edisi revisi 2019 dan dicetak ulang 2020. Tebal buku sekitar 350 halaman.

BACA JUGA  Tragedi Yuvi Cileunyi

Buku ini disusun oleh perkumpulan nirlaba, yang fokus mendorong pemanfaatan ganja, Lingkar Ganja Nusantara (LGN). Ini bisa dikatakan semacam perkumpulan pendukung ganja di negara yang “mengharamkan” ganja. Aneh, kan?

Buku itu mendapat Kata Pengantar Prof Dr. Komarudin Hidayat, seorang cendekiawan muslim ternama. Ini pun menambah keanehan, bagaimana bisa ia mau memberi pengantar buku itu, terlepas dari isi pengantarnya, setidaknya ia seolah menyetujui penerbitan buku itu dengan alasan apapun yang bisa dibuatnya.

Buku Hikayat Pohon Ganja, ini memang cukup ilmiah, menghadirkan berbagai fakta dan data terkait pemanfaatan tanaman ganja dalam peradaban dan budaya umat manusia.

Tapi buku yang baik, tentu menjadi buruk jika pembacanya merasa mendapatkan pelajaran buruk atas isi buku itu. Pengakuan Anji dan mungkin juga pada Anji-anji yang lain yang teredukasi memakai ganja, setelah membaca buku itu, patut jadi bahan pertimbangan penerbit, dan tentu pengambil kebijakan: layakkah buku demikian dihadirkan jadi konsumsi publik luas. Buku baik pun bisa jadi racun mematikan, jika pembacanya mengambil dari sudut yang salah… Wallahu a’lam. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.