SEOUL-KEMPALAN: Kejahatan seksual digital begitu merajalela di Korea Selatan sehingga ketakutan akan hal itu mempengaruhi kualitas hidup perempuan dan anak perempuan, dengan banyak korban mengatakan mereka telah mempertimbangkan bunuh diri atau meninggalkan negara itu, kata kelompok hak asasi manusia, Watchdog pada hari Rabu (16/6).
Korea Selatan telah menjadi pusat spy cam global–penggunaan kamera kecil tersembunyi untuk merekam korban telanjang, buang air kecil atau berhubungan seks.
Kasus-kasus lain melibatkan foto-foto intim yang bocor tanpa izin, atau pelecehan seksual seperti pemerkosaan yang terekam kamera dan video yang dibagikan secara online.
Melansir dari Reuters, korban sering mengalami trauma lebih lanjut dan menjadi “tenggelam dalam pelecehan” oleh pertemuan dengan polisi dan pejabat peradilan lainnya, dan dengan harapan bahwa mereka harus mengumpulkan bukti dan memantau internet untuk penampilan baru gambar diri mereka, ungkap Human Rights Watch yang berbasis di AS (HRW) dalam laporannya.
“Kejahatan seksual digital telah menjadi begitu umum, dan sangat ditakuti, di Korea Selatan sehingga mempengaruhi kualitas hidup semua wanita dan anak perempuan,” Heather Barr, penulis laporan tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
“Perempuan dan anak perempuan memberi tahu kami bahwa mereka menghindari menggunakan toilet umum dan merasa cemas dengan kamera tersembunyi di depan umum dan bahkan di rumah mereka. Sejumlah besar penyintas kejahatan seksual digital mengatakan bahwa mereka telah mempertimbangkan untuk bunuh diri.”
Laporan tersebut, berdasarkan 38 wawancara dan survei online, mengatakan penuntutan kejahatan seks yang melibatkan pembuatan film ilegal meningkat 11 kali lipat antara 2008 dan 2017, menurut data dari Institut Kriminologi Korea.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah meminta polisi untuk menyelidiki meningkatnya jumlah klaim pelecehan seksual, termasuk baru-baru ini di kalangan anggota militer. (Reuters, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi