Selasa, 14 April 2026, pukul : 06:35 WIB
Surabaya
--°C

Sistem Teknologi Informasi Mudahkan Bea Cukai Jalankan Bisnis Kepabeanan

JAKARTA-KEMPALAN: Di Indonesia, jika perdagangan mencakup keperluan ekspor dan impor suatu barang tentu inheren dengan lembaga Bea Cukai. Hal ini yang secara indeksikalitas dikenal sebagai proses kepabeanan.

Secara harfiah, Bea dan Cukai memiliki definisianya masing-masing. Bea dapat dipahami sebagai suatu tindakan pungutan dari pihak pemerintah terhadap barang eksor dan impor. Sedangkan, Cukai adalah pungutan dari negara kepada barang-barang yang masuk ke Indonesia dengan karakteristik khusus sesuai dengan undang-undang.

Di era yang serba modern, sistem teknologi informasi diimplementasikan dalam menjalankan tugas lembaga Bea Cukai. Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mempermudah dan mengefisiensikan proses fungsional yang ada.

Dalam acara live talkshow yang disiarkan di salah satu TV nasional, Jumat (11/6), Bea Cukai melalui DIrektorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menjelaskan mengenai progres perkembangan sisten teknologi informasi dari Bea Cukai.

Agus Sudarmadi selaku Direktur Informasi Bea Cukai, mengungkapkan bahwa perjalanan transformasi digitalisasi pada tubuh Bea Cukai sudah berlangsung sejak awal tahun 1990. Dimana pada saat itu, pemberitahuan informasi terkait ekspor dan impor masih menggunakan instrumen hard copy.

Tetapi waktu yang berjalan cepat, membuat transformasi digital nyata adanya. Sistem teknologi informasi dioptimalisasikan dalam setiap proses pekerjaan yang dilakukan oleh para pegawai dan pihak pembantu ketiga.

Sehingga pada saat ini, Bea Cuao telah berkembang sangat pesat dan menggunakan variasi sistem teknologi informasi terbarukan, seperti Internet of things (e-seal, autogate system), teknologi big data (data analytic), dan artificial intelligence.

“Transformasi digital dari sistem PIB disket sampai mejadi CEISA 4.0 seperti saat sekarang ini tentu memiliki tujuan utama untuk mempermudah proses bisnis kepabeanan dan cukai. Selain kemudahan proses bisnis, keuntungan lain yang diperoleh pengguna jasa adalah dalam hal kecepatan dan transparansi. Di sisi lain, dalam bidang pengawasan, teknologi big data dan artificial intelligence telah kami gunakan dalam melakukan pengawasan yang efektif dan efisien,” ujar Agus Sudarmadi.

Sebagai bagian dari global supply chain, Bea Cukai juga memiliki peranan yang vital dalam sistem logistik di negara Indonesia. Dimana Komunitas demand-side logistic telah terhimpun dalam portal CEISA, sementara komunitas supply-side logistic berkumpul dalam platform-platform swasta. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.