Euro 2020

Preview Grup E: Mampukah Spanyol Mengulangi Kejayaan di Tahun 2008-2012?

  • Whatsapp
Striker Spanyol, Gerard Moreno

KEMPALAN: Spanyol pernah menjadi raja sepakbola dunia dengan memenangkan tiga kompetisi besar berturut-turut, yaitu pada Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012. Dengan skuad baru yang lebih muda, mampukah Spanyol mengulangi kesuksesan tersebut?

A PELATIH

Luis Enrique: pertama mengambil alih tim nasional setelah rekor buruk di Piala Dunia 2018, Luis Enrique berfokus membangun kembali melalui peremajaan skuad dengan menggunakan beberapa pemain yang kurang dikenal di usia awal 20-an. Dia bahkan meninggalkan rela veteran Sergio Ramos dari skuadnya.

“Ada beberapa pemain muda yang mengejutkan kami.” katanya menjelang turnamen. “Kami masih memiliki potensi untuk berkembang lebih banyak. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, namun saya tidak menyangkal bahwa kami adalah favorit (di grup) dan Saya tidak takut dengan tantangan ini.”

Mantan bos Barcelona telah bereksperimen di hampir setiap posisi sepanjang tahun, sehingga wajah-wajah baru akan bisa diharapkan.

B PERFORMA TIM

“Tiki-taka” telah berakhir, dan Luis Enrique sudah menyadarinya. Sejak memenangkan Kejuaraan Eropa berturut-turut dengan gelar Piala Dunia 2010 di antaranya, Spanyol gagal di turnamen besar karena tim veteran yang sudah tua dan kehilangan kilau mereka.

Ketiga pertandingan grup Spanyol akan dimainkan di depan beberapa pendukung tuan rumah di Seville, tetapi seperti yang pasti diketahui oleh para pendukung di sana, Spanyol mampu meraih kemenangan besar dan kekecewaan besar juga.

Mereka mengalahkan Jerman 6-0 di Nations League pada bulan November, tetapi juga bermain imbang 1-1 dengan Yunani di kandang dalam kualifikasi Piala Dunia pada bulan Maret.

Namun, Spanyol memiliki catatan yang baik selama babak kualifikasi, di mana mereka menyelesaikan kualifikasi sebagai juara grup dengan delapan kemenangan dari 10 pertandingan dan hanya kebobolan lima gol.

C KOMPOSISI TIM

Goalkeepers: Unai Simon (Athletic Bilbao), David de Gea (Manchester United), Robert Sanchez (Brighton).

Defenders: Jose Gaya (Valencia), Jordi Alba (Barcelona), Pau Torres (Villarreal), Aymeric Laporte (Manchester City), Eric Garcia (Manchester City), Diego Llorente (Leeds), Cesar Azpilicueta (Chelsea).

Midfielders: Marcos Llorente (Atletico Madrid), Sergio Busquets (Barcelona), Rodri (Manchester City), Pedri (Barcelona), Thiago (Liverpool), Koke (Atletico Madrid), Fabian (Napoli), Dani Olmo (RB Leipzig), Pablo Sarabia (Paris Saint-Germain).

Forwards: Gerard Moreno (Villarreal), Alvaro Morata (Atletico Madrid), Ferran Torres (Manchester City), Adama Traore (Wolves), Mikel Oyarzabal (Real Sociedad).

D PEMAIN KUNCI

Gerard Moreno: Pemain berusia 29 tahun itu mencetak 30 gol untuk Villarreal dan membantu mereka memenangkan Liga Europa musim ini.

Moreno akan menjadi kunci di lini depan Spanyol karena Mikel Oyarzabal, yang membantu Real Sociedad memenangkan gelar Copa del Rey 2020 pada bulan April, masih belum teruji di kompetisi besar dan Wonderkid Barcelona Ansu Fati cedera.

Alvaro Morata, yang memiliki 19 gol dalam 39 penampilan untuk Spanyol, juga tidak pernah unggul di turnamen besar.

E BEST EURO FINISH

Champions (1965, 2008 and 2012)

(Sky Sports, Edwin Fatahuddin)

Berita Terkait