Krisis Politik Belarusia

Empat Mantan Staf Kampanye Presiden Dipenjara

  • Whatsapp
Ihar Yarmolau, salah satu tahanan politik yang terluka parah ketika ditangkap. (Belsat)

MINSK-KEMPALAN: Empat orang mantan staf kampanye presiden telah dihukum lima tahun penjara karena mempersiapkan “kericuhan massal” pada akhir masa pemilu yang memperpanjang masa kekuasaan Alexander Lukashenka.

Keempatnya bekerja sebagai sukarelawan untuk kampanye presiden Viktar Babaryka, mantan ketua dewan Belgazprombank dan pernah dianggap sebagai kandidat teratas dalam pemilihan.

Mereka adalah Ihar Yarmolau, Dzmitry Kanapelka, Uladzislau Karetski dan Mikalay Saseu. Keputusan pengadilan keluar pada Kamis (10/6) meskipun oposisi dan kelompok HAM mengatakan kurangnya bukti terhadap mereka.

Bukti utama yang diberikan kepada persidangan adalah laser pengarah yang ditemukan di mobil Yarmolau pada saat unjuk rasa besar-besaran sedang terjadi di Belarusia untuk menentang kemenangan Alexander Lukashenka.

Penuntut mencatat bahwa masing-masing terdakwa “berniat untuk berpartisipasi secara pribadi dalam kerusuhan,” tetapi “tidak bisa,” karena aparat penegak hukum “mengambil langkah-langkah aktif untuk menekan pelanggaran ketertiban umum dan menahan orang-orang yang terlibat dalam kerusuhan itu.” Maka dari itu kelompok HAM Vyasna menganggap keempatnya sebagai tahanan politik.

Menurut RFE/RL, Yarmolau dipukuli habis-habisan selama penangkapannya, menderita patah tulang rusuk, paru-paru tertusuk, dan gegar otak yang mengirimnya ke rumah sakit selama seminggu.

Tak satu pun dari mereka mengaku bersalah. Pada hari Kamis, hakim Svyatlana Bandarenka mengindahkan tuntutan jaksa penuntut umum Raman Bizyuk dan menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara kepada mereka masing-masing di penjara keamanan maksimum. (RFE/RL/BELSAT, reza hikam)

Berita Terkait