Kluster Covid DPRD Surabaya

Dyah Katarina : Akhirnya Harus Begini…

  • Whatsapp
Anggota DPRD Kota Surabaya, Dyah Katarina (Foto : www.pdiperjuangan-jatim.com)

SURABAYA – KEMPALAN : Kabar anggota DPRD Surabaya terpapar virus Covid19 mulai terjawab. Salah satunya disampaikan oleh anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan Dyah Katarina lewat akun Facebook-nya.
Melalui akun Facebook miliknya, Dyah Katarina mengumumkan apabila dirinya sudah positif Covid-19. Awal mula dia dinyatakan positif, setelah selama tiga hari dia menderita batuk pilek dan radang tenggorokan. “Akhirnya harus begini…,” tulis Dyah mengawali status facebook-nya, Kamis (10/6).
Dia menceritakan bahwa sakit radang tenggorokan dan batuk pilek. “Tapi setelah sakit radangnya hampir hilang dan batpil jauuuh berkurang, ikut swab dan hasilnya positif,” tulis isteri mantan Wali Kota Surabaya, Bambang DH itu.
Pada awalnya, dia berencana untuk menjalani isolasi mandiri. Apalagi dirinya merasa tidak ada gejala yang serius. “Maunya isoman, tapi CTnya hanya 14, jadi harus opname,” katanya.

CT value merupakan jumlah siklus yang diperlukan hingga sinyal fluoresens melampaui atau melewati ambang (threshold). Semakin besar angka hasil CT Value, maka semakin sedikit jumlah materi genetik virus pada pasien tersebut.

Ketua Paguyuban Bunda Pos PAUD Terpadu Surabaya itu akhirnya memilih untuk dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya, yaitu RS Husada Utama. Dalam status Facebook itu, dia mengatakan berangkat ke rumah sakit sekitar pukul 11 malam dengan membawa dua koper,dua tas tenteng dan tas ransel. Dia juga menjelaskan berangkat ke rumah sakit mengenakan daster dan jaket. Selain itu, dia juga melengkapi update facebook-nya dengan foto-foto saat di rumah sakit.

“Teman-teman, tetep jaga prokes yaaaaa..meski sudah divaksin. Semoga kita selalu sehat dan tetap semangat,” pungkasnya. Postingan itu mendapatkan dukungan positif dari para warganet yang mendoakan agar Dyah Katarina lekas sembuh.

Kabar para anggota dewan terpapar virus Covid-19 tersiar pada Kamis siang di mana gedung yang berada di Jl. Yos Sudarso itu lengang tak berpenghuni. Sumber tak resmi menyebutkan belasan wakil rakyat yang tertular berasal dari Fraksi PDI Perjuangan yang baru-baru ini nyekar ke makam Bung Karno di Blitar, Sabtu lalu. Rombongan berangkat ke Blitar dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila. Sepulang dari kota tersebut, sebagian dari mereka mengeluh meriang.

Selain anggota dari Fraksi PDI Perjuangan yang diduga tertular virus ini, sejumlah staf outsourcing juga dikabarkan terinfeksi. Bahkan pimpinan DPRD Kota Surabaya juga dikabarkan tertular juga.

Kempalan.com mencoba untuk mengonfirmasi hal ini kepada Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwiyono namun ponselnya dimatikan. Sedangkan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti juga tidak menjawab panggilan telepon maupun membalas pesan yang dikirim kepadanya. (Nani Mashita)

Berita Terkait