Kecelakaan Kapal

Seorang Awak Kapal Rusia Ditangkap usai Peristiwa Tabrakan Kapal di Hokkaido

  • Whatsapp
Kapal Hokko Maru No. 8 yang terbalik usai Kecelakaan pada 26 Mei 2021 lalu. (Japan Today)

ASAHIKAWA-KEMPALAN: Seorang anggota awak Rusia ditangkap Senin (7/6) atas kematian tiga pria ketika kapal nelayan Jepang yang terbalik setelah bertabrakan dengan kapal yang dipimpinnya di dekat pulau paling utara Jepang di Hokkaido pada akhir Mei, kata penjaga pantai setempat.

Pavel Dobrianskii, 38, bertanggung jawab atas kapal Rusia Amur seberat 662 ton pada 26 Mei saat tabrakan dengan Hokko Maru No. 8 yang ditumpangi oleh lima orang, menurut Kantor Penjaga Pantai Mombetsu.

Melansir dari Kyodo News, awak kapal Jepang seberat 9,7 ton milik koperasi perikanan yang berbasis di Mombetsu sedang menangkap kepiting berbulu ketika tabrakan terjadi sekitar pukul 06.00.

Kapal Rusia dengan 23 awak kapal sedang mengangkut makanan laut ke Mombetsu dari Sakhalin di Timur Jauh Rusia.

Dobrianskii, perwira ketiga, ditangkap atas tuduhan kelalaian profesional yang mengakibatkan kematian serta membahayakan lalu lintas karena kelalaian karena diduga gagal menghindari tabrakan saat berlayar dengan kapal Rusia melalui Laut Okhotsk di lepas pantai Mombetsu.

Penjaga pantai setempat tidak mengungkapkan apakah tersangka telah mengakui tuduhan tersebut.

Tiga orang yang tewas dari kecelakaan itu adalah Masayoshi Numahata, seorang kepala teknisi berusia 64 tahun, serta dua pekerja geladak Shunsuke Konno, 39 dan Masatoshi Inoue, 37.

Awak Hokko Maru seperti dikutip oleh penjaga pantai mengatakan mereka tidak dapat mengarahkan kapal itu karena mereka menangkap kepiting dengan tali. Naas, kapal Rusia bertabrakan dengan kapal mereka.

Pejabat Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal Jepang tidak mengirim sinyal di tengah jarak pandang yang rendah karena kabut. Peringatan kabut tebal telah dikeluarkan untuk perairan lepas pelabuhan Mombetsu pada saat itu.

Pengadilan Distrik Asahikawa menyita kapal Rusia sebagai jaminan untuk kompensasi pada 2 Juni, mengikuti permintaan pihak Hokko Maru. (Kyodo News, Belva Dzaky Aulia)

Berita Terkait