KABUL-KEMPALAN: Perwakilan Emirat Islam Afghanistan (EIA) alias Taliban bertemu dengan perwakilan sekretaris jenderal PBB pada Minggu (6/6) membahas komitmen Taliban untuk perdamaian di negaranya.
“Sher Mohammad Abbas Stanekzai, Wakil Kepala Kantor Urusan Politik EIA bersama delegasi yang menemaninya bertemu dengan Gilles Mishaud, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keselamatan dan Keamanan, dan Deborah Lyons, Kepala UNAMA, bersama delegasinya,” ujar Suhail Shaheen, salah satu anggota Kantor Urusan Politik IEA dalam unggahan akun Twitternya.
Ia menambahkan, Perwakilan IEA mengulangi komitmen kuatnya terhadap proses perdamaian Afghanistan dalam pertemuan itu dan memastikan pada mereka mengenai keamanan dan keselamatan staf lembaga PBB dan para diplomat lainnya di Afghanistan.
“Demikian pula, peran dari PBB dalam proses perdamaian Afghanistan, juga bantuan kemanusiaan PBB di masa pasca-perdamaian dibahas setelah pembicaraan tersebut,” ujar Shaheen.
Perundingan damai Afghanistan dimulai dengan ditandatanganinya Perjanjian Damai Doha pada Februari 2020 antara Taliban dengan Amerika Serikat. Usai perjanjian tersebut, maka proses perdamaian Afghanistan dilanjutkan dengan perundingan antara Republik Islam Afghanistan (pemerintah) dengan Emirat Islam Afghanistan (Taliban), yakni perundingan intra-Afghanistan.
Salah satu prasyarat dimulainya perundingan intra-Afghanistan ini adalah penarikan pasukan asing yang ada di negara tersebut, kesepakatan yang diundur oleh Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden.
Hal itu menyebabkan eskalasi konflik yang meningkat di Afghanistan antara pihak keamanan dari pemerintah dan mujahidin Taliban.
Adapun proses perundingan yang difasilitasi oleh Qatar di Doha juga mengalami kemandekan dan harus melibatkan banyak pihak seperti Pakistan, Rusia, dan Turki dalam prosesnya yang hampir semuanya juga mengalami kemandekan dan dunia internasional mulai mempertanyakan komitmen Taliban, sesuatu yang selalu ditekankan oleh Taliban.
Hingga saat ini, proses perdamaian Afghanistan yang melibatkan berbagai pihak itu masih berjalan, namun dengan posisi kekerasan dan konflik juga semakin meningkat di negara Asia Tengah itu. (reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi