Penanganan Pandemi

Rumah Sakit di Kudus Penuh, Pasien Covid Dirujuk ke Salatiga dan Semarang

  • Whatsapp

Jakarta—KEMPALAN: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nasiban mengungkapkan hampir semua tempat tidur rumah sakit di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, penuh. Kondisi ini terjadi akibat lonjakan penambahan pasien Covid-19 pascalebaran.

Karena itu pasien Covid-19 di Kudus akhirnya dirujuk ke RS di luar kabupaten tersebut yaitu ke Semarang dan Salatiga. Nasiban pun mengatakan keputusan itu diambil oleh pemerintah kota/provinsi melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Yang masalah, kapasitas RS yang sudah penuh, maka kita mengandalkan rujukan ke Semarang dan Salatiga,” ucap Nasiban, Kamis (3/6).

Kendati begitu Nasiban tidak merinci berapa jumlah pasien Covid-19 yang dirujuk ke dua daerah tersebut.

Berdasarkan data yang diberikan Nasiban, persentase penggunaan tempat tidur (TT) atau Bed Occupancy Rate (BOR) rata-rata berada di atas 70 persen.

Bahkan dua RS di Kudus yaitu RS Islam Sunan Kudus dan RS Nurussyfa mencatatkan tingkat keterisian tempat tidur atau BOR mencapai 100 persen. Adapun RS Kumala Siwi Mijen mengalami tingkat keterisian tempat tidur atau BOR menembus 103 persen alias melebihi kapasitas.

Oleh sebab itu, Dinkes Kudus menambah kapasitas tempat tidur sebanyak 58 tempat dari tujuh RS yang ada.

Sementara itu kapasitas tempat tidur di ruang ICU di tiga RS pun mencapai 100 persen. Tiga RS tersebut antara lain RS Mardi Rahayu, RS Kumala Siwi Mijen dan RS Aisyiyah Kidus. Itu sebab pula Dinkes setempat menambah 4 tempat tidur untuk ruang ICU.

Nasiban mengatakan penambahan tersebut berimbas pada kewalahannya para tenaga kesehatan. Sehingga Dinkes pun mengusulkan pemerintah pusat untuk menambah nakes.

“Karena dituntut untuk menambah kapasitas makanya kita mengusulkan tambahan tenaga dari pusat,” ucap dia.

Kudus merupakan satu-satunya zona merah di Pulau Jawa. Beberapa wilayah di Kudus pun memberlakukan lockdown atau penguncian wilayah.

Selain itu, jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 juga mengalami kenaikan. Total nakes yang terinfeksi Covid-19 bertambah menjadi 196 dari yang semula 143 orang per Rabu (2/6). (nn)

Berita Terkait