Amerika Serikat

Masalah Peretasan Perusahaan Daging JBS, FBI Tuding Peretas Rusia

  • Whatsapp
Foto salah satu pabrik JBS, perusahaan pemasok daging terbesar di Amerika Serikat. (France24)

WASHINGTON-KEMPALAN: Pada Rabu (2/6), pihak berwenang Amerika Serikat menuding peretasan perusahaan daging di Brazil, JBS, dilakukan oleh peretas dari Rusia dan para penyidik AS bekerja keras untuk menyelesaikan permasalahan itu.

Pernyataan FBI mengatakan, peretasan dilakukan oleh REvil dan Sodinokibi serta menyerukan pada siapapun yang pernah diretas oleh keduanya untuk segera melapor pada biro tersebut.

Pemerintah AS menyatakan, kelompok kriminal itu bermarkas di Rusia bertanggungjawab atas peretasan terhadap JBS, perusahaan daging terbesar di dunia.

Jen Psaki mengutarakan penelisikan sedang berjalan bagaimana merespon tindakan itu dan belum ada tindakan tanggapan untuk melawan peretasan itu. Gedung Putih telah menghubungi Kremlin berkenaan dengan permasalahan tersebut.

Menurutnya, peretasan itu akan dibahas saat pertemuan antara Biden dan Putin pada 6 Juni 2021.

“Presiden Biden pastinya berpikir bahwa Presiden Putin dan Pemerintah Rusia memiliki peran untuk menghentikan dan mencegah serangan ini,” ujar Psaki.

Serangan itu pertama kali dilaporkan oleh JBS pada Selasa (1/6) server yang mendukung perusahaan itu di Amerika Utara dan Australia. Hal ini menyebabkan gangguan terhadap pemrosesan di pabrik yang akan mulai beroperasi dengan kapasitas penuh kembali pada beberapa hari ke depan.

Sementara itu, Pemerintah AS dan Gedung Putih menolak berkomentar apakah JBS membayar uang atau tidak kepada para peretas.

Bulan lalu juga ada serangan siber terhadap Colonial Pipeline, perusahaan saluran pipa terbesar di AS yang mengganggu penyaluran bahan bakar selama beberapa hari di AS wilayah tenggara. Hal ini menyebabkan perusahaan itu harus membayar 4,4 juta dolar AS kepada peretasnya. (RFE/RL, reza hikam)

Berita Terkait