Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 13:27 WIB
Surabaya
--°C

Hanya 10 Persen Siswa di Myanmar yang Kembali ke Sekolah

NAYPYIDAW-KEMPALAN:  Junta Myanmar telah membuka sekolah umum pada hari Selasa (1/6) di tengah upaya untuk menormalkan negara, tetapu ruang kelas tetap kosong karena banyak guru dan siswa memboikot sebagai protes terhadap aturan militer.

Federasi Guru Myanmar (MTF) mengatakan lebih dari 90 persen siswa tidak hadir meskipun junta menyerukan agar ruang kelas penuh.

Myanmar memiliki sekitar 9,2 juta siswa pada tahun ajaran 2019-2020 di bawah pemerintahan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Menurut MTF, kurang dari satu juta yang kembali ke sekolah.

Melansir dari Irrawaddy, Anggota federasi guru mengamati kehadiran di sekolah dan menemukan sebagian besar ruang kelas kosong, yang sama sekali berbeda dari awal tahun ajaran sebelumnya.

Hanya beberapa lusin siswa yang muncul di beberapa sekolah yang memiliki pendaftaran 3.000 hingga 5.000 pada tahun-tahun sekolah sebelumnya. Dan ada juga beberapa sekolah di Myanmar yang tetap ditutup total tanpa kehadiran.

Seorang ibu dari seorang siswa sekolah dasar mengatakan bahwa dia tidak mendaftarkan putranya ke sekolah karena masalah keamanannya. Sejumlah sekolah di seluruh negeri telah dibakar atau dibom dengan granat rakitan oleh penyerang tak dikenal. Rezim telah mengklaim bahwa serangan sekolah dilakukan oleh pejuang perlawanan sipil yang telah mengangkat senjata untuk membela warga sipil melawan junta.

Pasukan Pertahanan Rakyat yang dibentuk oleh pejuang perlawanan sipil di beberapa kota mengatakan mereka hanya akan menargetkan pasukan rezim dan tidak akan melancarkan serangan yang dapat membahayakan warga sipil yang tidak bersalah.

Sejumlah guru juga telah memboikot rencana rezim untuk membuka kembali sekolah umum dengan menolak untuk kembali bekerja meskipun ada ancaman penangkapan, penahanan dan pemecatan dari pekerjaan mereka.

Menurut pengumuman awal oleh Departemen Pendidikan, lebih dari 100.000 guru dan staf pendidikan dari total 450.000 [yaitu sekitar 27 persen] di sekolah umum bergabung dengan gerakan. (Irrawaddy, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.