Timur Tengah

Dukungan Iran ke Houthi akan Perpanjang Perang di Yaman

  • Whatsapp
Tentara Houthi di Yaman (AFP)

SANA’A-KEMPALAN: Kementerian Luar Negeri Yaman mengatakan dukungan Iran untuk Houthi telah mendorong perang ke tahun ketujuh, kantor berita negara SABA melaporkan pada Sabtu (29/5(.

“Iran tidak hanya menghancurkan Yaman dan memperburuk krisis kemanusiaannya, tetapi mengubah wilayah Yaman menjadi tempat untuk memeras negara tetangga dan mengancam keamanan dan perdamaian global,” kata Ahmed Awad Bin Mubarak kepada utusan AS untuk Iran Robert Malley melalui panggilan video. .

Bin Mubarak juga mengatakan milisi telah memblokir semua inisiatif perdamaian dan upaya mediasi termasuk dari AS.

Melansir dari Arab News, Menteri Luar Negeri Yaman meminta AS untuk lebih menekan Iran untuk menghentikan dukungan militernya, terutama penyelundupan senjata ke Houthi, yang digunakan milisi untuk menyerang warga sipil di Yaman dan di negara-negara tetangganya.

Dukungan Iran untuk Houthi “merusak upaya untuk mengakhiri perang,” tambahnya.

Akhir Maret, Arab Saudi meluncurkan inisiatif luas untuk membawa perdamaian ke Yaman, mengirimkan bantuan kepada rakyatnya dan mengakhiri perang enam tahun negara itu.

Rencana tersebut menyerukan gencatan senjata nasional yang diawasi oleh PBB, pembukaan kembali bandara Sanaa, dan pembicaraan baru untuk mencapai resolusi politik untuk konflik tersebut.

Pembatasan di pelabuhan Laut Merah Hodeidah akan dikurangi, memungkinkan akses untuk kapal dan kargo. Pendapatan dari pelabuhan, termasuk pajak, akan masuk ke bank sentral di Hodeidah sesuai dengan kesepakatan Stockholm.

Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan mendesak milisi Houthi yang didukung Iran untuk bergabung dengan inisiatif tersebut. “Kami ingin senjata benar-benar sunyi,” kata Pangeran Faisal.

“Namun, kerangka waktunya tergantung pada Houthi sekarang. Kami siap mendatangi mereka. Tapi mereka harus memutuskan, apakah mereka akan mengutamakan kepentingan Yaman atau kepentingan Iran?” tambahbya.

Rencana perdamaian Saudi disambut secara luas di seluruh kawasan dan dunia, dan segera didukung oleh pemerintah Yaman, yang menyalahkan Houthi atas kegagalan inisiatif sebelumnya. (Arab News, Belva Dzaky Aulia)

Berita Terkait