Kecelakaan

Tabrakan Kapal di Ehime, Tiga Orang Hilang

  • Whatsapp
Kapal tanker kimia, Ulsan Pioneer yang tertabrak oleh kapal kargo Jepang. (Japan Times)

EHIME-KEMPALAN: Tiga orang hilang setelah sebuah kapal kargo Jepang tenggelam Jumat (28/5) pagi usai bertabrakan dengan kapal asing di Laut Pedalaman Seto, Jepang barat, kata pejabat penjaga pantai.

Melansir dari Kyodo News, kecelakaan tersebut terjadi di Prefektur Ehime dan melibatkan kapal kargo Jepang seberat 11.454 ton, Byakko dan kapal tanker kimia berbobot 2.696 ton yang terdaftar di Kepulauan Marshall, yang bernama Ulsan Pioneer, dilaporkan sekitar Kamis (27/5) pukul 11:55 malam, kata Kantor Penjaga Pantai Imabari.

Kapal Jepang Byakko memiliki 12 awak, tiga antaranya yang hilang adalah Kapten Tamotsu Sato, 66, Insinyur Pertama Yuki Ogawa, 27, dan Insinyur Kedua Takahiro Uehata, 22.

Kapal itu tenggelam Jumat (28/5) sekitar pukul 02.45 pagi waktu setempat. Dari sembilan yang diselamatkan, lima dibawa oleh kapal patroli penjaga pantai dan empat oleh kapal kontainer pribadi yang berada di dekatnya, kata kantor itu.

Sementara itu japal tanker kimia yang tertabrak memiliki 13 awak yang terdiri dari delapan dari Korea Selatan dan lima dari Myanmar. Tidak ada cedera serius yang dilaporkan di antara mereka. Kapal mengalami kerusakan signifikan pada haluannya tetapi masih bisa mengapung.

Menurut Prince Kaiun Co. yang berbasis di Kobe, yang mengoperasikan kapal Jepang, Byakko sepanjang 170 meter meninggalkan pelabuhan dari Kobe, sebelah barat Jepang, Kamis (27/5) pada pukul 16.30 menuju Kanda di Prefektur Fukuoka, barat daya Jepang. Kapal tersebut membawa suku cadang mobil.

Di sisi lain, kapal tanker kimia tersebut meninggalkan pelabuhan China pada Selasa (25/5) dan dijadwalkan tiba di pelabuhan Osaka Jumat (28/5) pada pukul 2 siang waktu setempat.

Ini adalah tabrakan besar kedua yang melibatkan kapal Jepang minggu ini setelah sebuah kapal penangkap ikan terbalik di lepas pantai Hokkaido pada Rabu (26/5) setelah bersentuhan dengan kapal Rusia. Tiga awak kapal Jepang tewas dalam insiden tersebut. (Kyodo News, Belva Dzaky Aulia)

Berita Terkait