Krisis Politik Irak

Jubir Menlu AS: AS Sambut Upaya Pemerintah Irak

  • Whatsapp
Pengunjuk rasa antipemerintah meneriakkan slogan-slogan saat mereka memegang poster aktivis yang terbunuh di luar kawasan Zona Hijau di Baghdad, Irak, Selasa, 25 Mei 2021. (AP News)

WASHINGTON-KEMPALAN: Amerika Serikat marah ketika mengetahui demonstrasi damai di Irak yang meminta reformasi justru dihadapi dengan ancaman dan kekerasan brutal. Salah satu demonstran tewas tertembak dan belasan lainnya terluka pada saat pertempuan akbr di Bagdad, Selasa (25/5).

Maka dari itu, Ned Price selaku juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan berjudul “Rule of Law in Iraq” pada Kamis (27/5) untuk menanggapi tindakan represif pihak berwenang di negara tetangga Suriah itu.

“Amerika Serikat marah karena para demonstran damai yang turun ke jalan untuk mendesak reformasi mendapat ancaman dan kekerasan brutal,” ujarnya seraya menambahkan, pelanggaran kedaulatan dan supremasi hukum Irak oleh milisi bersenjata merugikan semua warga Irak dan negaranya.

“Kami menyambut baik setiap upaya pemerintah untuk meminta pertanggungjawaban milisi, preman, dan kelompok main hakim sendiri atas serangan mereka terhadap warga Irak yang menggunakan hak mereka atas kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai serta atas serangan mereka terhadap aturan hukum,” tambahnya.

Ia menutup pernyataan itu dengan mengatakan, AS menegaskan kembali komitmen abadinya kepada rakyat Irak dan negaranya yang kuat, berdaulat, dan makmur.

Irak sendiri telah dilanda krisis politik karena kemunculan ISIS di Irak dan Suriah yang berdampak pada ketidakstabilan kawasan tersebut akibat tindak kekerasan yang dilakukan kelompok militan itu. Adapun pemerintah Irak sekarang belum sepenuhnya menyelesaikan permasalahan politik di negara tersebut. (reza hikam)

Berita Terkait