Minggu, 19 April 2026, pukul : 14:52 WIB
Surabaya
--°C

20 Persen Mahasiswa Unair Pemegang KIP

SURABAYAKEMPALAN : Jumlah mahasiswa program Beasiswa Bidikmisi di Universitas Airlangga diklaim terus meningkat. Kampus ini menerapkan seleksi dan pantauan ketat agar penerimaannya tepat sasaran.

“Sekitar 20 persen dari total mahasiswa UNAIR adalah penerima Beasiswa KIP. Ada hampir 5.000 mahasiswa aktif yang saat ini terhitung sebagai penerima KIP,” ujar Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Dr. Sukardiman, Apt., MS, Selasa (25/5).

Berdasarkan data dari Direktorat Pendidikan UNAIR, jumlah mahasiswa penerima KIP meningkat setiap tahun. Tercatat, ada 1.401 mahasiswa UNAIR penerima KIP pada 2020. Jumlah itu merupakan yang terbanyak sejak program KIP berlangsung pada 2014 lalu.

Yang menggembirakan, kata Sukardiman, penambahan kuota penerima KIP itu dibarengi dengan peningkatan prestasi. Sepanjang 2020, ada 170 prestasi akademik yang diraih oleh 20 mahasiswa KIP. Serta 14 prestasi non-akademik dari 7 mahasiswa KIP.

Pada periode wisuda Maret 2021 kemarin, lanjutnya, ada tiga penerima KIP yang didapuk sebagai Wisudawan Terbaik. Salah satu di antaranya bahkan berasal dari Fakultas Kedokteran dengan raihan IPK hampir sempurna, yaitu 3,94.

Dia menekankan bahwa meski berasal dari kalangan kurang mampu secara ekonomi, mahasiswa Bidikmisi tetap berprestasi. Unair melihat potensi tersebut sehingga terus memberikan kesempatan kepada masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi lewat skema yang sekarang dikenal menjadi Kartu Indonesia Pintar itu.

“Bantuan yang kami berikan meliputi pembebasan UKT, bantuan biaya hidup per bulan sebesar Rp700.000, serta ada juga beberapa program pembinaan. Misalnya tips dan trik penulisan skripsi, mentoring terkait IPK, motivasi, hingga bantuan biaya ELPT,” bebernya.

Walaupun mahasiswa KIP berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi, sambungnya, tak jarang mereka memiliki semangat untuk belajar lebih tinggi. Untuk itu, UNAIR berusaha memastikan penyaluran Beasiswa KIP tidak salah sasaran.

Dia mengatakan, penerima Beasiswa KIP harus benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu dengan pendapatan orang tua di bawah Rp4.000.000. Dengan catatan, calon penerima KIP memiliki potensi akademik yang baik.

“Ini harus terus dikawal agar tepat sasaran. Kegiatan monitoring dan evaluasi yang rutin dilakukan setiap dua semesteran itu harus terus ditingkatkan,” tandasnya.

Prof Sukardiman berharap, Beasiswa KIP dapat dipertahankan. Ia juga berharap, peserta KIP memiliki kemampuan lebih melalui berbagai program pengembangan yang tersedia. Sehingga upaya tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan hidup di masa depan.

“Kami berharap, teman-teman penerima KIP memiliki prestasi selain di bidang akademik, terlebih dengan adanya Program Merdeka Belajar. Sehingga mereka memiliki kemampuan yang cukup kuat untuk menjadi calon pemimpin yang baik, calon wirausahawan yang besar, serta mendapatkan kesempatan untuk berkarya di masyarakat,” pungkasnya. (Nani Mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.