Kamis, 30 April 2026, pukul : 05:37 WIB
Surabaya
--°C

Puluhan Peserta Ultramarathon di China Tewas Membeku

BEIJING-KEMPALAN: Dua puluh satu orang peserta ultramarathon gunung tewas di barat laut China setelah hujan es yang membekukan dan angin kencang menghantam perlombaan di dataran tinggi, kata media pemerintah Minggu (23/5) malam.

Setelah operasi penyelamatan sepanjang malam dalam suhu beku yang melibatkan lebih dari 700 personel, tim penyelamat dapat memastikan bahwa 151 orang selamat, dari total 172 peserta. Dua puluh satu orang tewas, menurut Kantor Berita resmi Xinhua, yang mengatakan para pelari menderita ketidaknyamanan fisik dan penurunan suhu mendadak.

Ultramarathon adalah setiap footrace lebih panjang dari maraton tradisional dengan panjang 42,195 kilometer (26 mil 385 yd). Jarak yang paling umum adalah 50 kilometer (31,07 mil), 100 kilometer (62,14 mil), 50 mil (80,47 km), dan 100 mil (160,93 km), meskipun banyak balapan memiliki jarak lain.

Melansir dari APNews, Para pelari berlomba di jalur pegunungan yang sangat sempit di ketinggian mencapai 2.000-3.000 meter (6.500-9.800 kaki). Perlombaan 100 kilometer (60 mil) diadakan Sabtu (22/5) di lokasi wisata Hutan Batu Sungai Kuning di kota Baiyin di provinsi Gansu.

Peserta bukanlah pemula. Salah satu almarhum adalah pelari terkenal Liang Jing, yang telah memenangkan perlombaan 100 kilometer (62 mil) di Ningbo, lapor Paper, sebuah surat kabar yang didukung negara yang berbasis di Shanghai.

Gansu Shengjing Sports Culture Development Co., pihak yang bekerja dengan dengan penyelenggara mengatakan tidak ada prediksi cuaca ekstrim untuk hari perlombaan, menurut Beijing News, sebuah surat kabar milik pemerintah kota Beijing.

Namun, cabang lokal kota Baiyin dari Pusat Informasi Peringatan Dini Nasional telah memperingatkan selama tiga hari terakhir akan hujan es dan angin kencang.

Perlombaan juga mengikuti kursus yang relatif mapan, telah diadakan empat kali, menurut akun yang diposting online oleh seorang peserta lomba yang berhenti dan berhasil menyelamatkan diri dari cuaca buruk.

Tetapi cuaca membuat mereka lengah, dan pada pagi hari perlombaan hari Sabtu, peserta itu sudah merasakan keadaan tidak normal. Para pelari tidak berpakaian seperti musim dingin, banyak yang memakai atasan lengan pendek.

Walikota kota Baiyin Zhang Xuchen mengadakan konferensi pers Minggu malam dan meminta maaf sebesar-besarnya sebagai penyelenggara acara tersebut. Pemerintah menjanjikan penyelidikan penuh. (APNews, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.