JAKARTA-KEMPALAN: Industri kreatif secara gamblang menjadi salah satu sektor yang terdampak dari adanya pandemi Covid-19. Namun dewasa ini, para penggemar film tidak perlu khawatir lagi, dikarenakan beberapa gerai bioskop telah dibuka.
Dalam kesempatan ini, Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan nonton film bersama para sutradara dan pelaku di industri film. Film Tjoet Nja Dhien dipilih sebagai destinasi film yang ditonton secara kolektif oleh Erick Thohir beserta para sineas film.
Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir menyampaikan beberapa hal mengenai sektor kreatif ini. Dimana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki komitmen untuk ikut serta dalam membantu industri konten lokal untuk bangkit kembali.
Erick menyebutkan akan mendorong beberapa BUMN yang bergerak di sektor telekomunikasi untuk lebih pro aktif dan dapat menjadi media agreagator bagi industri kreatif Indonesia. Telkom dan Telkomsel menjadi dua BUMN yang akan menjadi medium dalam membantu film hingga musik Indonesia.
“Kita ingin Telkom dan Telkomsel jadi agregator konten lokal, di dunia film, musik, dan lain-lain. Mungkin, dengan menyiarkan kontennya, membeli rights-nya, dan lainnya,” tutur Erick Thohir selaku Menteri BUMN, pada Kamis (20/5).
Kemudian selain itu, Erick juga menginginkan agar PT Perusahaan Film Negara atau PFN, untuk tidak lagi ikut memproduksi film. Hal ini ditengarai oleh argumentasi Erick, yang menyatakan bahwa seharusnya PT Perusahaan Film Negara atau PFN dapat menjadi lembaga pembiayaan film.
Akan tetapi, ia tidak menjelaskan secara detail mengenai rencana ini. Erick hanya mengatakan saat ini wacana itu sedang dipelajari Kementerian BUMN. Salah satu yang jadi pertimbangan besar adalah resiko besar pembiayaan film. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi