Rabu, 29 April 2026, pukul : 04:36 WIB
Surabaya
--°C

Rating Facebook Terjun Bebas, Diserang Netizen Pro Palestina dengan Ulasan Satu Bintang

KEMPALAN: Raksasa aplikasi media sosial popular Facebook tiga hari ini menjadi korban amukan netizen, terutama warganet pro Palestina. Pengguna Facebook ramai-ramai memberikan ulasan satu bintang, sehingga rating aplikasi medsos terpopuler itu anjlok. Dari 4 bintang, rating Facebook terjun bebas hanya menyisakan 2 bintang.

Hingga Kamis (20/5) malam, baik di playstore maupun di app store, rating Facebook hanya 2.4 dari score penuh 5. Kalah jauh dengan rating tiktok dengan score 4.9.  Dan diperkirakan, amukan warganet ini masih berlanjut dan rating akan terus turun sehingga aplikasi media sosial itu terancam didepak dari playstore dan app store.

Netizen marah, pasalnya media sosial itu dinilai tidak netral dan bersikap standar ganda terhadap konflik Israel-Palestina yang tengah memanas saat ini. Pengguna Facebook merasa platform itu sering menghapus postingan-postingan warganet yang pro Palestina. Dan lebih memihak kepada Israel. Platform bikinan Mark Zuckenberg itu juga dituding menyembunyikan penyiksaan dan keadaan riil yang dialami rakyat Palestina dalam konflik berdarah yang hingga kini telah menewaskan 200 lebih warga Palestina, dengan 61 di antaranya adalah anak-anak.

Hal seperti ini sebenarnya tidak mengejutkan bagi warga Palestina. Tahun lalu, puluhan warga Palestina pada 4 Mei 2020,  juga mendapati akun Facebook mereka tak bisa lagi diakses secara tiba-tiba. Dalam sehari, Facebook menghapus akun lebih dari 50 jurnalis dan aktivis Palestina, bersamaan dengan pemberitahuan yang mengatakan halaman mereka telah dinonaktifkan karena “tidak mengikuti Standar Komunitas kami.”

Selama bertahun-tahun, Facebook telah menonaktifkan akun warga Palestina atas koordinasi dengan pemerintah Israel dan lembaga keamanan, alasannya untuk mencegah “hasutan” Palestina pada platformnya.

Praktik ini dimulai pada 2016 setelah gelombang serangan skala kecil terhadap tentara Israel di seluruh wilayah yang diduduki. Israel berpendapat, saat itu penyerang “serigala betina” sedang dihasut untuk melakukan kekerasan di media sosial. Itu yang mendorong mereka mulai bekerja sama dengan Facebook.

Laporan pada saat itu menunjukkan, Facebook memenuhi sekitar 95 persen permintaan yang diajukan pemerintah Israel untuk menghapus akun warga sipil Palestina, yang sebagian besar dari mereka mendapatkan informasi mereka dari platform media sosial seperti Facebook.

Mark Zuckerberg, pendiri dan CEO Facebook sendiri adalah seorang pemuda lulusan Harvard yang lahir di New York AS, dan dibesarkan sebagai seorang Yahudi. Meskipun kemudian dia mengaku sebagai seorang atheis.

Selain ramai memberikan ulasan bintang satu, warganet juga ramai memberikan komentar terhadap platform ini. Sebagian besar adalah ungkapan kekecewaan terhadap Facebook yang dianggap mendukung penyerangan ke Gaza, dan mendukung penjajahan. Ini beberapa komentar di antaranya..

”Uang kalian berlumur darah anak-anak Palestina. Stop hiding the truth!!!”

“You blocked real news in Palestine but you showed fake news from the hell Israel”

“Buka mata buka hati jangan pindah ke lain hati. Tolong lihat rakyat banyak yang mati. Save Palestine!!”

Ada juga warganet yang protes karena akun mereka secara otomatis memberikan “like” dan “follow” sebuah akun grup propaganda yang mendoakan penyerangan Israel ke Gaza. Padahal pemilik akun sama sekali tidak pernah merasa melakukannya. Itulah mengapa, ulasan satu bintang saat ini melonjak tinggi untuk Facebook.  Sayangnya, hingga saat ini, pihak Facebook belum memberikan tanggapan. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.