Selasa, 14 April 2026, pukul : 07:49 WIB
Surabaya
--°C

Wali Kota Eri Ajak Pegawai Pemkot Jadi Orang Tua Asuh Anak MBR

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tidak ingin ada anak Surabaya yang putus sekolah di tengah pandemi Covid-19 yang mempengaruhi perekonomian warga. Makanya, ia mengimbau seluruh pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk berpartisipasi dalam program beasiswa pendidikan, yaitu dengan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang keluarganya tidak mampu atau termasuk dalam Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Imbauan itu tertuang dalam surat resmi bernomor 421/4075/436.7.1/2021. Dalam surat tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan bahwa sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda Kota Surabaya dan berdampak pada segenap aspek kehidupan, khususnya ekonomi, menyebabkan banyak warga kehilangan pekerjaan atau pendapatannya berkurang.

“Apabila pemerintah tidak segera hadir dalam keadaan ini, akan berpengaruh pada bidang pendidikan, di mana anak–anak akan kesulitan mengenyam pendidikan dikarenakan tidak adanya biaya,” tulis Wali Kota Eri Cahyadi dalam surat resminya.

Karena itu, ia mengajak pegawai Pemkot Surabaya untuk turut hadir dalam menangani permasalahan kota tercinta. Terutama masalah pendidikan dengan menjadi orang tua asuh dengan menyalurkan rezeki yang dimiliki pada Program Beasiswa Pendidikan. Menurutnya, program tersebut akan diperuntukkan kepada warga Kota Surabaya dari keluarga tidak mampu/Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada jenjang SMP Swasta.

“Asumsinya masing– masing anak sebesar Rp 125 ribu per bulan selama 3 tahun atau sampai dengan lulus. Jika bersedia untuk berpartisipasi, silahkan mengisi form kesediaan pada link: http://bit.ly/partisipasi-program-beasiswa-pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo memastikan surat imbauan itu sudah dikirim ke semua jajaran di lingkungan Pemkot Surabaya. Bahkan, pemkot juga sudah melakukan rapat koordinasi untuk menyukseskan acara ini. “Pendaftaran untuk menjadi orang tua asuh dalam program ini paling lambat hari ini, 19 Mei 2021, dan sesuai rencana besok (20/5), kita akan rakor lagi soal ini,” kata Supomo.

Supomo memastikan bahwa orang tua asuh ini berbeda dengan program orang tua asuh yang sudah ada sebelumnya. Kali ini, dikhususkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga MBR. Sedangkan program sebelumnya dikhususkan bagi anak-anak eks lokalisasi. “Jadi, sasarannya berbeda dengan program sebelumnya,” tegasnya.

Menurutnya, tujuan program ini sesuai dengan visi-misi Wali Kota Surabaya yang mana ingin adanya gotong royong dan harmonisasi hidup di Kota Surabaya, sehingga yang mampu membantu yang lemah, lalu yang lebih membantu yang kurang, dan yang kuat membantu yang lemah.

“Dengan cara ini, maka akan tercipta gotong royong di antara warga, sehingga terjadi harmonisasi di tengah-tengah warga. Dan yang paling penting, tujuannya untuk mencegah anak-anak putus sekolah. Semua anak Surabaya harus sekolah,” tegasnya.

Supomo menambahkan, ketika ada pegawai bersedia berpartisipasi, maka pegawai tersebut harus membuat pernyataan bahwa bersedia dipotong gajinya untuk program ini. Setiap bulannya Rp 125 ribu selama tiga tahun atau sampai lulus anak tersebut.

“Jadi, pegawai itu langsung dipotong dari gajinya dan pihak bank langsung mengirimkan ke kas sekolah untuk pembayaran biaya sekolah anak MBR tersebut. Sehingga anak MBR itu dan juga Dispendik tidak memegang uang itu, karena langsung masuk ke sekolah. Itu lebih aman dan tepat sasaran,” pungkas Supomo. (*)

Penulis: Dwi Arifin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.