LONDON-KEMPALAN: Striker Tottenham Hotspur Harry Kane telah mengumumkan kepada klub bahwa dia ingin pergi musim panas ini.
Kane, yang kontraknya masih tersisa tiga tahun, telah mencetak 165 gol dalam 243 penampilan untuk Spurs, yang menempatkannya di urutan ketujuh dalam daftar pencetak gol sepanjang masa Liga Premier.
Kapten timnas Inggris itu menjadi frustasi karena kurangnya raihan trofi di Tottenham dan peluang The Lilywhite untuk bermain di Liga Champions pada musim depan juga telah kandas karena raihan poin mereka sudah tidak mungkin mengejar empat besar.
Dilansir dari ESPN, striker asal Inggris itu dikabarkan menginginkan resolusi cepat untuk situasi ini. Kane akan berusia 28 pada awal musim depan, dan percaya dia harus pindah untuk memanfaatkan tahun-tahun terakhir karirnya sebagai striker.
Spekulasi terus berkembang terkait kemana kapten Inggris itu akan pindah?
Kane dikabarkan lebih suka untuk tetap bermain di Liga Premier. Namun, akankah pemilik Hotspur Daniel Levy mau untuk menjualnya ke klub saingan mereka di liga domestik?
Selain itu, apakah ada klub di liga Inggris yang mampu membayar 150 juta poundsterling untuk meyakinkan Spurs agar menjual sang kapten timnas inggris itu?
Chelsea, Manchester United, dan Chelsea dikabarkan tertarik untuk mendatangkan Striker berusia 27 tahun itu. Lantas bagaimana peluang tiap klub itu?
MANCHESTER UNITED
Ketertarikan Manchester United pada Harry Kane belum berakhir meski Edinson Cavani telah menandatangani kontrak baru, Manajer MU Ole Gunnar juga menyatakan bahwa Setan merah masih berkemungkinan mengontrak striker baru di jendela transfer musim panas nanti meski sudah memiliki Cavani.
Cavani memang telah memberikan kontribusi nyata terhadap jumlah gol MU di musim ini, namun striker asal Uruguay itu sudah berusia 34 tahun dan dikabarkan akan kembali ke Amerika Selatan untuk bermain di Boca Juniors pada 2022.
MU harus mencari striker baru untuk mempersiapkan kepergian Cavani. Kane bisa menjadi investasi jangka panjang usianya sekarang sudah 27 tahun.
Namun, kekhawatiran tentang jumlah dana yang diminta Spurs mungkin akan mempersulit MU untuk merekrut Kane di musim depan.
MANCHESTER CITY
Mencari striker baru adalah prioritas Manchester City di musim panas ini dan Kane adalah salah satu pemain di daftar keinginan teratas mereka.
Sergio Aguero akan segera pergi ketika kontraknya habis pada akhir musim dan Gabriel Jesus juga tidak memiliki performa yang cukup baik sehingga dari semua klub Liga Premier yang tertarik, kebutuhan City adalah yang terbesar.
Selain itu, Kane tidak perlu banyak berpikir untuk pindah ke Etihad Stadium mengingat ambisinya adalah memenangkan trofi dan di bawah Pep Guardiola, City adalah tim utama penantang gelar di Liga Inggris.
Setelah mencetak lebih dari 200 gol di semua kompetisi, tak diragukan lagi Kane punya kualitas untuk meningkatkan tim asuhan Guardiola.
Namun, sama seperti MU, biaya transfer juga menjadi masalah untuk City, di mana Pep Guardiola pernah menyatakan bahwa City tidak mungkin mengeluarkan lebih dari 100 juta Pound untuk seorang striker, dan pemilik Tottenham, Daniel Levy tak mungkin akan melepaskan Kane dengan Harga yang murah.
City mungkin memutuskan untuk menunggu seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana ketika mereka membutuhkan gelandang tengah pada 2018, City baru mengontrak Rodri pada 2019 dan ketika mereka membutuhkan bek tengah karena Vincent Kompany pergi pada 2019, City baru menandatangani Ruben Dias setahun kemudian. City jelas siap untuk bersabar.
CHELSEA
Chelsea punya dana yang cukup untuk mengontrak Harry Kane. Mereka juga tetap aktif mengejar Erling Haaland, yang memiliki harga yang sebanding jika Borussia Dortmund berniat menjualnya musim panas ini.
The Blues juga memiliki kebutuhan yang tinggi untuk merekrut penyerang tengah musim depan.
Timo Werner tak bisa menjadi ujung tombak yang dapat diandalkan musim ini, sementara Olivier Giroud dan Tammy Abraham kemungkinan akan pergi.
Namun, dari semua klub yang ada, The Blues bisa dibilang berada di urutan paling bawah dari daftar klub yang Levy pertimbangkan untuk menjual Kane.
Ada sejarah di antara manajemen Spurs dan Chelsea sejak pengejaran The Blues atas Luka Modric pada tahun 2011.
Modric ingin pindah ke Stamford Bridge dan Chelsea mengajukan tawaran untuk gelandang itu hanya untuk ditolak mentah-mentah Levy. The Blues mengeluarkan pernyataan yang mengutuk perilaku manajemen Spurs. Modric pada akhirnya bergabung dengan Real Madrid setahun kemudian.
Kane sendiri memiliki keluarga muda, dimana anak ketiganya baru lahir pada bulan Desember, sehingga daya tarik untuk tetap tinggal di London akan sangat mengiurkan.
Namun, disisi lain, kasih sayang Kane untuk Spurs adalah tulus, dan mungkin saja dia enggan untuk bermain untuk saingan klub lamanya di ibu kota.
Meski begitu, itu mungkin bukan hambatan yang besar dan bisa diatasi dengan gaji tinggi dan peluang memburu trofi bersama di Stamford Bridge.
Terlepas dari itu, Levy menyadari betapa tidak menyenangkannya bagi banyak pendukung untuk melihat Kane bergabung dengan Chelsea sehingga mungkin perlu beberapa upaya meyakinkan sang pemilik klub untuk menjual Kane ke Stamford Bridge. (ESPN, Edwin Fatahuddin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi