Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 01:25 WIB
Surabaya
--°C

Kronologi Sejarah Palestina (Bagian 1)

KEMPALAN: Palestina Tanah Yang (Pernah) Dijanjikan

1.500 SM – 2.000 SM:
Nabi Ibrahim AS melahirkan Nabi Ismail AS (Bapak bangsa Arab) dan Nabi Ishak AS Nabi Ishak AS melahirkan Nabi Ya’kub AS alias Israel.

Nabi Ya’kub AS punya anak Nabi Yusuf AS yang ketika kecil dibuang oleh saudaranya. Namun belakangan menjadi bendahara kerajaan Mesir.

Ketika dilanda paceklik, Nabi Ya’kub AS sekeluarga atas undangan Nabi Yusuf AS berimigrasi ke Mesir. Populasi anak keturunan Israel (bani Israel atau bangsa Israel) membesar.

1.200 SM – 1.550 SM :
Politik di Mesir berubah. Bani Israel dianggap problem, dan akhirnya oleh Fir’aun statusnya diubah menjadi budak.

1.100 SM – 1.200 SM:
Nabi Musa AS memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di padang Sinai menuju tanah yang dijanjikan, bila mereka taat kepada Allah. Namun saat mereka diperintah memasuki Filistin (Palestina), mereka membandel dan mengatakan : “Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi ada orang-orang yang gagah perkasa di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”. (QS. 5 : 24)

Akibatnya mereka dikutuk dan hanya berputar-putar saja di sekitar Palestina. Belakangan agama Nabi Musa AS disebut “Yahudi” – menurut nama salah satu marga Israel yang paling banyak berketurunan, yakni Yehuda, dan bani Israel -tanpa memandang warga negara atau tanah air- disebut juga orang-orang Yahudi.

992 SM – 1.000 SM:
Nabi Daud AS mengalahkan Goliath dari Filistin. Palestina berhasil direbut. Nabi Daud AS dijadikan raja. Wilayah kerajaannya membentang dari tepi sungai Nil hingga Efrat di Iraq. Sekarang ini Yahudi tetap memimpikan kembali kebesaran Israel raya seperti masa Raja Daud.

Bendera Israel adalah dua garis biru (Nil dan Efrat) dan bintang Daud. Daud diteruskan Sulaiman AS.

Penulis di Dome of Rock (qubah emas) di dalam komplek masjidil Aqsha pada akhir Desember 2019. Dari qubah emas ini, Rasulallahu Shalallahu ‘Alayhi Wasallam mengawali perjalanan Isra Mi’raj (foto/sni)

Masjidil Aqsha dibangun

800 SM – 922 SM:
Sepeninggal Nabi Sulaiman AS, Israel dilanda perang saudara yang berlarut, hingga kerajaan tersebut terbelah dua: di utara bernama Israel beribukota Samaria dan selatan bernama Yehuda beribukota Yerusalem.

600 SM – 800 SM:
Karena kerajaan Israel sudah terlalu durhaka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka kerajaan itu dihancurkan lewat tangan kerajaan Asyiria.

“Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israel, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini hawa nafsu mereka, maka sebagian rasul-rasul itu mereka dustakan atau mereka bunuh”. (QS. 5:70)

Hal ini juga bisa dibaca di Bible: Kitab Raja-raja ke-I 14:15, dan Kitab Raja-raja ke-II 17:18.

500 SM – 600 SM:
Kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukadnezar dari Babylonia. Dalam Bible Kitab Raja-raja ke-II 23:27 dinyatakan bahwa mereka tidak mempunyai hak lagi atas Yerusalem. Mereka diusir dari Yerusalem dan dipenjara di Babylonia.

400 SM – 500 SM:
Cyrus Persia meruntuhkan Babylonia dan mengijinkan bani Israel kembali ke Yerusalem.

322 SM – 330SM:
Israel diduduki Alexander Agung dari Macedonia (Yunani). Ia melakukan Hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi Israel, sehingga nantinya Injil pun ditulis dalam bahasa Yunani, dan bukan dalam bahasa Ibrani.

1900 SM – 300 SM:
Yunani dikalahkan Romawi. Maka Palestina pun dikuasai imperium Romawi.

1 – 100 SM:
Nabi Isa AS (Yesus) lahir, kemudian menjadi pemimpin gerakan melawan penguasa Romawi. Namun selain dianggap subversi oleh penguasa Romawi (dengan ancaman hukuman tertinggi yaitu disalib), ajaran Yesus sendiri ditolak oleh para rabi Yahudi. Namun setelah Nabi Isa AS tiada, bangsa Yahudi memberontak terhadap Romawi.

Palestina area bebas Yahudi

100 SM – 300 SM:
Pemberontakan berulang. Akibatnya Palestina dihancurkan dan dijadikan area bebas Yahudi. Mereka dideportasi keluar Palestina dan terdiaspora ke segala penjuru imperium Romawi. Tetapi, demikian tetap ada sejumlah kecil pemeluk Yahudi yang tetap bertahan di Palestina.

Dengan masuknya Islam serta dipakainya bahasa Arab di kehidupan sehari-hari, mereka lambat laun ter-arabisasi atau bahkan masuk Islam.

313 SM:
Pusat kerajaan Romawi dipindah ke Konstantinopel dan agama Kristen dijadikan agama negara.

500 SM – 600 SM:
Bangsa Yahudi merembes ke semenanjung Arabia (di antaranya di Khaibar dan sekitar Madinah), kemudian berimigrasi dalam jumlah besar ke daerah tersebut ketika terjadi perang antara Romawi dan Persia.

619 SM:
Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wasallam melakukan perjalanan rohani: Isra’ dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha dan Mi’raj ke langit. Rasulallah menetapkan Yerusalem sebagai kota suci ke 3 ummat Islam. Sholat di masjidil Aqsha dinilai 500 kali dibanding sholat di masjid yang lain selain masjidil Haram dan masjid Nabawi. Masjidil Aqsha juga menjadi kiblat ummat Islam sebelum dipindah ke Ka’bah.

622 SM:
Hijrah nabi ke Madinah dan pendirian negara Islam (yang seterusnya disebut khilafah). Nabi mengadakan perjanjian dengan penduduk Yahudi di Madinah dan sekitarnya, yang dikenal dengan “Piagam Madinah”.

626 SM:

Pengkhianatan Yahudi dalam perang Ahzab (atau perang parit) dan berarti melanggar Piagam Madinah. Sesuai dengan aturan di Kitab Taurat mereka sendiri, mereka dibunuh atau diusir. (Ferry Is Mirza/Bersambung)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.