Kamis, 16 April 2026, pukul : 12:12 WIB
Surabaya
--°C

Terjadi Kesalahan, Jepang Perbaiki Sistem Reservasi Vaksin

TOKYO-KEMPALAN: Pemerintah Jepang pada Selasa (18/5) mengatakan akan memperbaiki kesalahan sistem pemesanan vaksin COVID-19 yang meloloskan reservasi dilakukan menggunakan nomor aplikasi yang fiktif.

Pengumuman itu datang sehari setelah pemerintah mulai menerima pemesanan online bagi para lansia untuk menerima suntikan di pusat vaksinasi yang dikelola oleh Self Defense Forces (SDF) di Tokyo dan Osaka ketika pemerintah berupaya untuk meningkatkan peluncuran inokulasi di tengah gelombang keempat infeksi.

Melansir dari Kyodo News, Sistem pemesanan yang dikelola negara untuk pusat vaksinasi di Tokyo ternyata menerima nomor kode kota dan nomor tiket vaksinasi yang tidak dikeluarkan oleh otoritas masing-masing.

“Kami berencana memperbaiki (sistem) sehingga kami dapat memastikan data yang dimasukkan adalah informasi asli,” kata Menteri Pertahanan Nobuo Kishi pada konferensi pers.

“Akan lebih baik jika kita memperbaikinya dari awal,” kata menteri, seraya menambahkan bahwa kementerian tidak berencana untuk melakukan perombakan sistem besar-besaran.

Masalah tersebut dilaporkan Senin (17/5) oleh organisasi berita besar Asahi Shimbun Publications Inc. dan Mainichi Shimbun, yang mendaftar untuk menguji sistem menggunakan informasi fiktif. Keduanya mengatakan dalam laporan mereka bahwa mereka telah membatalkan reservasi yang mereka buat.

Dia meminta masyarakat untuk tidak membuat janji dengan menggunakan informasi palsu untuk memastikan slot tersedia bagi mereka yang memenuhi syarat sehingga vaksin tidak terbuang percuma.

Terdapat perbedaan data referensi tiket vaksinasi kotamadya dengan kota lokal yang timbul dari kegagalan sistem.

“Kami pikir tidak pantas bagi Kementerian Pertahanan untuk menyimpan informasi pribadi setiap individu di negara yang tunduk pada vaksinasi,” kata Kishi.

Pada konferensi pers terpisah, Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato memperingatkan pemerintah dapat mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukum terhadap orang atau kelompok yang dianggap telah memanfaatkan kegagalan sistem dengan cara yang jahat, seperti membuat banyak reservasi menggunakan data fiktif.

Saat ini, penduduk 23 distrik Tokyo dan kota Osaka yang berusia 65 tahun atau lebih dapat membuat janji melalui situs web Kementerian Pertahanan dan aplikasi Line, tetapi tempat-tempat dengan cepat terisi dengan peluncuran pemesanan online.

Pemerintah mulai mendirikan pusat vaksinasi massal yang sebagian besar dioperasikan oleh para dokter dan perawat SDF untuk mempercepat peluncuran vaksinnya, mengingat hanya sekitar 3 persen dari populasi 126 juta yang telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin, tingkat vaksinasi paling lambat di antara negara-negara maju lainnya.

Beberapa kota yang menjalankan tempat inokulasi lokal mengalami masalah dalam memproses janji karena saluran telepon dan sistem komputer kelebihan beban.

Menurut Kementerian Pertahanan, sekitar 44.000 slot untuk pusat Tokyo telah dipesan pada pukul 7 pagi hari Selasa (18/5) dari 50.000 yang telah tersedia antara 24 Mei dan 30 Mei.

Selain itu, 25.000 slot untuk center Osaka terisi dalam 25 menit pada Senin (17/5) sore, kata kementerian.

Jepang mulai menginokulasi populasi lansia sekitar 36 juta pada pertengahan April setelah upaya vaksinasi untuk petugas kesehatan dimulai pada Februari. (Kyodo News, Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.