MOSKOW-KEMPALAN: Kantor Berita Radio Free Europe/Radio Liberty yang pernah dituding pemerintah Rusia sebagai antek asing, mendapatkan permasalahan baru dengan Kremlin.
Usai didatangi juru sita dari pengadilan Rusia, rekening bank kantor berita itu dibekukan pada Jumat (14/5), hal ini merupakan upaya penegakan hukum atas tuduhan yang dilayangkan pada RFE/RL sebagai antek asing.
Keputusan pengadilan telah mengotorisasi upaya pencarian agen juru sitanya untuk mencari rekening bank kantor berita itu dan membekukannya guna membayar denda atas tudingan “antek asing” sejumlah lima juta rubel (sekitar 972 juta Rupiah).
Juru sita pengadilan menghabiskan waktu selama dua jam di biro Moskow dari RFE/RL sembari menginventarisir barang yang ada di sana, namun mereka tidak mengganggu jalannya biro itu atau menangkap siapapun.
Jamie Fly selaku presiden RFE/RL menyampaikan bahwa kantor beritanya akan terus melawan upaya Pemerintah Moskow untuk menyensor kebenaran yang disiarkan industri media independen itu.
“Jurnalis RFE/RL adalah warga negara Rusia yang patriotik, bukan warga negara Amerika,” ujarnya seperti yang dikutip Kempalan dari RFE/RL.
Ia juga menyatakan, RFE/RL akan terus menyuguhkan berita dan informasi yang independen sehingga penduduk Rusia tidak terbiasa dengan kebohongan.
“Kami tidak mau dibungkam, dan kami tidak akan meninggalkan para pemirsa di Rusia,” tambahnya.
Kantor berita itu telah meminta Dewan Eropa Urusan HAM guna memblokade Rusia untuk memaksakan dendanya kepada RFE/RL.
UU Antek Asing di Rusia yang disahkan pada 2012 mengharuskan segala organisasi yang didanai asing untuk mendaftarkan dirinya sebagai “antek asing” yang nantinya akan diaudit. (RFE/RL, reza m hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi