TORAJA–KEMPALAN: Ketua Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Pantekosta Toraja Pdt Musa Salusu meminta Presiden Joko Widodo turun tangan soal pembunuhan empat warga sipil asal Tana Toraja diduga dilakukan diduga kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Pdt Musa Salusu mengecam keras aksi terorisme yang tak berperikemanusiaan. Apalagi peristiwa itu terjadi menjelang perayaan dua hari raya besar umat Islam dan Kristen, yakni Idul Fitri 1442 hijriah dan Kenaikan Isa Almasih.
BPS Gereja Protestan Toraja sangat berduka atas peristiwa tersebut. Dia mendesak kepada pihak keamanan, dalam hal ini TNI-Polri, supaya menumpas segala aksi kekerasan, pembunuhan, pembantaian dan teror yang dialami warga Poso.
“Saya menyampaikan rasa turut berdukacita yang dalam atas kematian empat warga asal Toraja yang menjadi korban pembantaian teroris di Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso. Para korban adalah rakyat kecil yang tidak bersalah, yang sedang mencari sesuap nasi,” terang Musa Salusu, Sabtu 15 Mei 2021.
Pihaknya meminta kepada pemerintah, khususnya TNI dan Polri agar segera menangkap para pelaku terorisme tersebut dan dihukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di negara ini.
“Kami meminta kepada pemerintah, khususnya TNI dan Polri, supaya segera mengejar dan menangkap para pelaku terorisme sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI yang kita cintai ini,” ujarnya lebih lanjut.
“Masyarakat dimohon agar jangan terprovokasi dengan kejadian peristiwa tersebut. Jangan kita mau diadu domba oleh kelompok-kelompok yang ingin merongrong Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.
Pdt Musa juga memohon kepada Presiden Joko Widodo agar turun tangan dan bersungguh-sungguh dalam menuntaskan masalah terorisme di Indonesia.
“Mohon dengan sangat kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo agar bersungguh-sungguh menuntaskan pemberantasan teroris di Indonesia, karena telah banyak memakan korban jiwa,” pinta Ketua Umum BPS Gereja Protestan Toraja.
Sekadar diketahui, pada Selasa, 11 Mei 2021 pagi menjelang siang, beberapa warga sipil asal Toraja sedang melakukan kegiatan di kebun mereka yang berada di Lembah Napu, Poso.
Tak berapa lama, sekelompok orang, yang diduga anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) muncul. Beberapa warga yang melihat kedatangan mereka langsung melarikan diri ke kampung terdekat.
Namun naas bagi dua orang warga, yakni Marthen Solo (52) , Simson Susah atau Ne’ Uban, (62) yang tidak sempat melarikan diri, dan diduga dibunuh.
Selang beberapa jam kemudian, aparat kepolisian dan TNI yang mendapat laporan dari warga tentang kemunculan orang tak dikenal di Lembah Napu, langsung melakukan penelusuran dan mengevakuasi jenazah dua korban.
Tak jauh dari lokasi penemuan pertama, Tim Satgas Madago Raya menemukan lagi dua jenazah warga sipil. Kedua jenazah itu teridentifikasi bernama Paulus Papa (42) dan Lukas Lese’ (50). Keduanya juga warga sipil asal Toraja. (su)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi