ALJIR-KEMPALAN: Nigeria dan Aljazair telah melaporkan varian virus korona India, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.
Menyusul konfirmasi ini, tujuh negara Afrika kini telah secara resmi mendeteksi varian tersebut di dalam wilayahnya.
WHO mengatakan dunia harus berusaha untuk ‘’ membatasi penyebaran ‘’.
Melansir dari Africanews, Seorang pejabat WHO tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jumlah kasus yang dilaporkan di Nigeria dan Aljazair.
Juga tidak ada informasi tentang riwayat perjalanan orang-orang yang dites positif di DR Kongo, Nigeria, dan Aljazair.
Negara Afrika yang sampai saat ini melaporkan varian B.1.617 adalah Kenya dengan lima kasus.
Maroko dua, empat kasus telah dilaporkan di Afrika Selatan, satu di Uganda dengan DR Kongo mengkonfirmasikan lima kasus.
Badan kesehatan global telah mengklasifikasikan varian India sebagai ‘varian yang menjadi perhatian global’.
Ini pertama kali terdeteksi pada Oktober tahun lalu. Studi sedang berlangsung untuk menentukan apakah varian tersebut bertanggung jawab atas lonjakan infeksi yang mematikan di India.
Hingga Rabu 12 Mei, India telah mengonfirmasi 23.340.938 kasus COVID-19, dengan 254.197 kematian, menurut WHO. Sebanyak 175.171.482 dosis vaksin telah diberikan. (Africanews, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi