Selasa, 21 April 2026, pukul : 12:30 WIB
Surabaya
--°C

Final Liga Champions akan Pindah ke Inggris?

LONDON – KEMPALAN: Final liga Champions yang akan mempertemukan dua klub asal Inggris, Manchester City vs Chelsea pada 29 Mei tampaknya tidak akan digelar di Stadion Ataturk Istanbul.

Final yang awalnya dijadwalkan untuk dimainkan di kota terbesar Turki itu, terancam berpindah tempat karena negara Eurasia masih di tengah-tengah penutupan nasional karena lonjakan kasus virus korona baru-baru ini. Turki saat ini berada di ‘daftar merah’ Inggris sehingga perjalanan untuk tujuan rekreasi dari Inggris ke Turki tidak diizinkan.

Pemerintah Inggris tetap ingin membantu memfasilitasi menjadi tuan rumah final antara kedua klub asal Inggris di Wembley untuk alasan keamanan, serta dapat memfasilitasi para penggemar Manchester City dan Chelsea untuk hadir.

Inggris dapat dengan mudah mengakomodasi suporter dari City dan Chelsea di stadion nasional, Inggris juga mampu memberikan pengecualian karantina kepada ribuan delegasi UEFA dan sponsor yang datang dari seluruh dunia, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang menjadi prioritas utama.

Pemerintah Inggris bertemu secara virtual dengan UEFA dan FA pada hari Senin (11/5) untuk membahas situasi tersebut, dan keputusan akhir diharapkan dapat dibuat pada hari Selasa.

Setelah pembicaraan pada hari Senin, pemerintah masih khawatir tentang pengabaian aturan karantina untuk penyiar dan sponsor yang berkunjung.

UEFA masih berharap masalah ini dapat diselesaikan dan Portugal adalah opsi cadangan jika kemungkinan final di Wembley gagal.

Portugal dianggap sebagai alternatif yang layak untuk menjadi tuan rumah final karena baru-baru ini telah ditambahkan ke ‘daftar hijau’ pemerintah Inggris untuk perjalanan luar negeri sehingga para fans dapat berkunjung mulai 17 Mei tanpa harus mengisolasi diri ketika mereka kembali.

Itu akan memungkinkan para penggemar Manchester City dan Chelsea untuk bepergian, tidak seperti dengan Turki, dan tampaknya final akan digelar di Portugal untuk kedua kalinya dalam dua musim, dimana Estadio da Luz Lisbon menjadi saksi bisu ketika Bayern Munich mengalahkan Paris Saint Germain di final tahun lalu.

Federasi Sepak Bola Turki telah berinvestasi banyak untuk membuat final terjadi dengan aman, termasuk memperluas area dan memastikan semuanya aman dari Covid.

Sumber di Turki mengatakan kepada Sky Sports News bahwa mereka akan kecewa jika final batal dilaksanakan di Istanbul. Mereka juga sedih ditempatkan di “daftar merah” pemerintahan Inggris, yang mereka nilai menghalangi pelaksanaan final di Turki.

Asosiasi Pers melaporkan bahwa UEFA diketahui telah mengesampingkan tempat manapun di Inggris kecuali Wembley dan mencari jaminan masuk bebas karantina ke negara itu untuk delegasinya, bersama dengan media, sponsor, dan VIP lainnya.

Hubungan antara keduanya kuat setelah presiden UEFA Aleksander Ceferin mengakui peran kunci yang dimainkan oleh Pemerintah dalam menekan 6 klub Inggris yang mengancam akan membentuk Liga Super Eropa.

Mulai 17 Mei, tempat olahraga luar ruangan di Inggris akan diizinkan menampung hingga 10.000 penggemar atau kapasitas 25 persen. . Namun, 20.000 kursi telah dialokasikan untuk final Liga Champions dan kemungkinan juga akan ada diskusi mengenai apakah jumlah tersebut dapat ditambah lagi untuk memfasilitasi lebih banyak penggemar dari kedua klub. (Sky Sports, Edwin Fatahuddin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.