AMMAN-KEMPALAN: Yordania pada Minggu (9/5) mengirim memorandum kepada Israel yang mengecam upaya untuk mengusir penduduk lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur dari rumah mereka, menurut kantor berita resmi negara itu.
Memorandum itu dikirim ke Kementerian Luar Negeri Israel, kata sebuah laporan di PETRA mengutip Daifallah al-Fayez, juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania.
“Berasal dari Pengawasan Hashemite atas situs suci Muslim dan Kristen Yerusalem, Yordania akan mengabdikan semua kemampuannya untuk melindungi tempat suci kota, identitas Arab, Muslim dan Kristen, status quo sejarah dan hukum, dan menanggapi serangan Israel,” kata Fayez.
Mengutip dari Anadolu Agency, juru bicara itu mengatakan, pemerintah “mengirim nota resmi ke Kementerian Luar Negeri Israel yang menyatakan penolakan pemerintah Yordania atas upaya pemerintah Israel untuk menggusur penduduk di lingkungan Sheikh Jarrah dari rumah mereka.”
Fayez mengatakan memorandum tersebut “menegaskan bahwa warga Yerusalem adalah populasi yang dilindungi di bawah hukum internasional dan hukum humaniter internasional, dan oleh karena itu pemerintah Israel tidak memiliki hak untuk secara paksa mengusir mereka dari rumah mereka, yang merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional.”
“Memo itu juga memperjelas bahwa keputusan pengadilan Israel di Yerusalem Timur yang diduduki adalah batal demi hukum menurut hukum humaniter internasional,” tambahnya.
Warga Palestina di Yerusalem dalam beberapa hari terakhir telah memprotes solidaritas dengan penduduk lingkungan Sheikh Jarrah di tengah bentrokan dengan polisi Israel.
Protes itu terjadi ketika Pengadilan Pusat Israel di Yerusalem Timur menyetujui keputusan untuk mengusir tujuh keluarga Palestina dari rumah mereka demi pemukim Israel pada awal tahun ini.
Polisi Israel berusaha membubarkan jamaah di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa Jumat malam, menggunakan granat setrum dan bom gas. Wanita juga menjadi sasaran pasukan Israel, menurut saksi mata.
Sepuluh orang lainnya terluka pada hari Minggu (9/5) setelah intervensi polisi Israel dengan peluru plastik dan bom suara setelah shalat subuh di masjid. (Anadolu Agency, Belva Dzaky Aulia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi