Senin, 18 Mei 2026, pukul : 10:12 WIB
Surabaya
--°C

Habib Rizieq Sang Duta Masker

KEMPALAN: Seorang anak muda petugas masjid di Bekasi diangkat menjadi duta masker. Anak muda itu bernama Nawir. Ia viral di media sosial karena berdebat dan bersitegang dengan seorang laki-laki yang sedang salat di masjid yang diurus Nawir. Laki-laki itu memakai masker dalam shalat. Beberapa pengurus masjid mendekati pria itu dan meminta agak melepaskan maskernya. Terjadi ketegangan dan perdebatan sampai saling teriak. Nawir berusaha merebut dan melepas paksa masker dari wajah jamaah itu.

Laki-laki itu melapor ke polisi yang kemudian mendamaikan pihak yang bersitegang. Laki-laki itu mencabut laporan ke polisi dan saling memaafkan dengan pengurus masjid. Akan halnya Nawir, kasusnya tidak diproses malah ia dipromosikan sebagai duta masker yang tugasnya membagi-bagikan masker kepada masyarakat yang datang di masjid.

Di Surabaya, seorang pemuda viral juga di media sosial karena mengejek pengunjung mal yang mentaati protokol dengan memakai masker. Di unggahan videonya pemuda itu malah memaki dengan kalimat yang tidak sopan. Ia didenda kerja sosial di pusat pelayanan pondok sosial dan diharuskan meminta maaf, tapi kemudian diberi tugas sebagai duta protokol kesehatan.

Beda dengan nasib Nawir dan Putu, di Banyuwangi aktivis anti-masker M. Yunus Wahyudi sekarang mendekam dalam tahanan polisi dengan tuduhan penyebaran berita hoaks. Yunus yang dulunya garang dan oleh media digunggung dengan sebutan ‘’Macan Blambangan’’ sekarang  dirawat di rumah sakit karena positif Covid 19. Badannya terlihat ringkih dan napasnya ngos-ngosan harus dibantu dengan alat bantuan pernapasan. Sebelumnya,

Yunus yang selama ini akatif di LSM selalu menyebut bahwa pandemic Covid 19 adalah konspirasi dan pemakian masker adalah pemasungan kebebasan. Yunus bahkan berani menantang-nantang orang yang mengampanyekan protokol kesehatan. Sial bagi Yunus, ia terjangkit penyakit yang diyakininya tidak ada dan hanya ulah konspirasi asing. Ia menunggu penyembuhan dan menunggu vonis penjara.

Menyeberang ke Bali, kasus lain menimpa Gede Ari Astina yang dilaporkan oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Bali karena menyebut IDI sebagai kacung WHO (World Health Organization) Organisasi Kesehatan Dunia. Gede lebih dikenal dengan nomme de guerre sebagai Jerinx SID dari nama grup band rock Superman Is Dead.

Jerinx SID dihukum karena anti-masker

Jerinx punya pengikut cukup besar di medsos, dan dalam banyak unggahannya dia mengritik IDI dalam penanganan pandemi, terutama dalam penerapan protokol kesehatan. Ungkapan ‘’IDI Kacung WHO’’ menjadi popular di kalangan anak-anak muda penggemar SID. Tiap kali ada ajakan untuk menaati prokes banyak anak muda yang menyahut ‘’Kacung WHO. Jerinx divonis setahun dua bulan atas kesalahannya.

Di Pekanbaru Ustad Zulkifli Muhammad Ali dalam salah satu unggahannya menyebut bahwa pandemi Covid 19 adalah sebuah konspirasi Yahudi melalui organisasi rahasia Illuminati. Sumber yang dikutip Ustad Zulkifli adalah seorang doktor muslim yang merukyah seorang pasien penderita Covid yang kemudian mengungkap bahwa pandemi yang dideritanya merupakan rekayasa hasil konspirasi Yahudi bersama Illuminati. Kontan unggahan ini menimbulkan banyak reaksi negative. Gubernur Riau Syamsuar ikut gerah oleh unggahan itu dan meminta MUI untuk memantau materi ceramah para pendakwah yang dianggap mendorong masyarakat untuk tidak taat prokes.

Nawir di Bekasi dan Putu di Surabaya lebih beruntung karena mendapat perlakuan yang lebih baik dan bahkan mendapatkan promosi menjadi duta masker dan duta protokol kesehatan. Yunus si Macan Blambangan dan Jerinx Superman Is Dead yang nota bene lebih punya massa malah harus meringkuk di tahanan. Dibanding dengan Nawir dan Putu, Jerinx harusnya lebih pantas menjadi duta masker. Mungkin hukumannya bisa diringankan, atau malah dibebaskan, dengan kompensasi menjadi duta masker atau duta protokol kesehatan.

Diangkat menjadi duta atau ambassador tentu sebuah kehormatan. Tidak semua orang mendapat kehormatan itu, hanya orang-orang yang punya kredential khusus yang bisa diangkat sebagai ambassador. Seorang selebritas atau tokoh masyarakat bisa diangkat sebagai brand ambassador untuk mempromosikan sebuah produk tertentu. Seorang selebritas diangkat menjadi brand ambassador untuk produk-produk tertentu dengan bayaran mahal. Tugasnya adalah mempromosikan produk yang didutainya. Semua aktifitas kesehariannya dikaitkan dengan promosi produk itu secara eksklusif dan ia tidak diperkenankan mempromosikan produk pesaing dalam bentuk apapun.

Raffi Ahmad menjadi brand ambassador produk minuman energy, dan Amanda Manoppo jadi brand ambassador online shopping.

Unesco, Lembaga Kebudayaan dan Pendidikan milik PBB secara rutin mengangkat goodwill ambassador untuk membantu mengampanyekan program-program sosial dan pendidikannya di seluruh dunia. Kalau brand ambassador seperti Raffi dan Amanda Manoppo bergaji selangit, goodwill ambassador lebih merupakan kerja sosial semacam kerja bakti tanpa tarif komersial.

Angelina Jolie pernah menjadi Goodwill Ambassador UNHCR

Christine Hakim tercatat sebagai satu-satunya aktris Indonesia yang menjadi goodwill ambassador Unesco untuk wilayah Asia Timur. Aktris Bollywood Priyanka Chopra tercatat sebagai global goodwill ambassador Unesco untuk proyek seluruh dunia. Aktris cantik Hollywood, Angelina Jolie tercatat sebagai global ambassador untuk Unicef, lembaga PBB yang mengurusi anak-anak telantar. Jolie juga bekerja sebagai volunteer untuk UNHCR, program PBB untuk mengurusi para pengungsi lintas batas internasional.

Dalam menangani proyek dan program besar itu badan sekelas PBB pun membutuhkan bantuan dan kerja sama swasta untuk bisa berjalan dengan baik. Para selebritas seperti Angelina Jolie itu dengan sukarela bekerja tanpa dibayar untuk membantu mengatasi persoalan dunia yang paling mendesak yaitu masalah anak-anak dan pengungsian.
Sekarang ini pandemi Covid 19 menjadi persoalan besar yang mengacaukan dunia. Pemerintah sekuat apapun tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini sendirian. Harus ada dukungan semua pihak agar bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menaati protokol supaya penularan bisa ditekan.

Peristiwa besar ini bisa menjadi pendorong untuk menyatukan semua stakeholder masyarakat. Tsunami Aceh 2004 bisa menjadi pendorong lahirnya rekonsiliasi nasional antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pemerintah Indonesia, sehingga terciptalah perdamaian dan pemberian privelese khusus untuk Provinsi Aceh.

Pandemi Covid 19 seharusnya bisa dijadikan momentum rekonsiliasi nasional, mengapa tidak? Dari kasus pengadilan Habib Rizieq Shihab (HRS) atas tuduhan pelanggaran protokol kesehatan tercium aroma politik yang kurang sedap dan kecurigaan adanya perlakuan yang tidak adil terhadap kasus yang sama. Habib Rizieq bisa saja dihukum berat karena pasal geregetan.

Tapi hal itu hanya akan melahirkan politik balas dendam yang berkepanjang sampai jauh sesudah 2024. Kalau ingin mencari momen rekonsiliasi nasional, sekaranglah saatnya, ketika bangsa Indonesia butuh persatuan untuk menghadapi musuh besar yang tidak tampak melalui pandemi ini. Membebaskan Habib Rizieq dan merangkulnya untuk menjadi duta masker dan duta protokol kesehatan, why not? (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.