MOSKOW – KEMPALAN: Rusia memperlihatkan kekuatan militernya dengan parade di seluruh negara pada Minggu (9/5) untuk memperingati 76 tahun kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua.
Melansir Radio Free Europe/Radio Liberty, Presiden Putin diperkirakan akan meninjau parade utama Victory Day (Hari Kemenangan) di Lapangan Merah, Moskow yang menampilkan 12.000 tentara, 191 perangkat keras militer, dan jembatan layang pesawat serta helikopter.
Parade militer terjadi setelah Rusia baru-baru ini mengerahkan lebih dari 100.000 tentara dekat perbatasan Ukraina dan di Krimea yang dicaploknya. Penumpukan itu memicu kekhawatiran negara Barat atas niat Moskow di tengah meningkatnya pertempuran antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis yang didukung Rusia di timur negara itu.
Pada umumnya, Putin akan menonton pertunjukkan bersama para veteran perang Soviet dari panggung peninjau mulai jam tujuh pagi.
“Perang membawa begitu banyak cobaan berat, kesedihan, dan air mata yang tak tertahankan sehingga ini tidak bisa dilupakan. Dan tidak ada pengampunan dan alasan bagi mereka yang lagi-lagi mengembangkan rencana agresif,” kata presiden Rusia dari tribun peninjau selama parade militer.
“Rusia secara konsisten menjaga hukum internasional. Pada saat yang sama, kami akan dengan tegas menjaga kepentingan nasional kami dan memastikan keamanan rakyat kami,” tegas Putin.
Menurut Reuters, parade serupa yang lebih kecil nampaknya akan dilaksanakan juga pada Minggu (9/5) di sejumlah kota lain di Rusia, wilayah Krimea, dan pangkalan udara Hmeymim di Suriah.
Sementara itu di Novisibirsk sebanyak 2.000 tentara dan lebih dari 50 persenjataan terlibat dalam parade militer di kota wilayah Siberia itu, salah satu yang dilibatkan adalah legenda Perang Dunia Kedua, Tank T-34 ditemani oleh sistem rudal anti-pesawat paling mutakhir S-400.
“Pawai itu, mungkin, yang paling besar dalam beberapa tahun terakhir. Kepatuhan terhadap semua tindakan keselamatan sanitasi telah memungkinkan kami menarik peserta,” kata Gubernur Wilayah Novosibirsk Andrei Travnikov seperti yang dikutip Kempalan dari TASS.
Semenjak berkuasa dua dasawarsa lalu Putin berusaha, sebagai presiden maupu perdana menteri, memulihkan simbol masa lalu Soviet dan Rusia guna meningkatkan patriotisme. Parade tahun ini terjadi saat partai United Russia yang berkuasa menghadapi pemilihan parlemen pada September.
Jajak pendapat menunjukkan dukungan yang menurun untuk partai pro-Kremlin itu menjadi 27% saja.
Sementara hubungan Rusia dengan Barat (AS dan NATO) juga semakin memburuk karena permasalahan pemenjaraan oposisi, Aleksei Navalny hingga memanasnya perbatasan Ukraina-Rusia (wilayah Donbas).
Rusia sendiri telah menghadapi pengusiran diplomat dari sejumlah negara seperti AS, Bulgaria, dan negara barat lainnya, serta melakukan balasan serupa. Adapun Rusia juga sempat terancam dikeluarkan dari sistem keuangan SWIFT yang direspon oleh negeri itu bahwa mereka akan membuat sistem keuangannya sendiri.
Mereka juga dituduh terlibat dalam peledakan depo amunisi di Republik Ceko, upaya espionase di Bulgaria, tindakan provokasi terhadap Ukraina, dan dituding ikut campur tangan dalam pemilu Amerika Serikat (RFERL/TASS/Reuters, reza m hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi